46 Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya

9:35 AM Add Comment
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang 46 Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya. Oke langsung saja, ini dia....

1.    Arsitek, tugas :  merancang desain suatu bangunan.
2.    Apoteker, pekerjaannya yaitu melayani dan mengawasi peracikan dan penyerahan obat, memberikan informasi yang berkaitan dengan penggunaan obat.
3.    Akuntan, pekerjaannya adalah melakukan pembukuan keuangan.
4.    Aktor (laki-laki) /  Aktris (perempuan), memerankan suatu tokoh dalam film, sinetron, dll
5.    Atlet, bertanding dalam suatu turnamen / pertandingan olahraga.

Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya


6.    Bidan, tugas merawat ibu hamil, membantu persalinan, dan merawat bayi yang baru lahir.
7.    Dokter, tugas memeriksa pasien, memberikan obat yang sesuai, memberi arahan, imbauan dan larangan kepada pasien agar pasien cepat sembuh, dll.
8.    Dosen, tugas : mengajar mahasiswa di perguruan tinggi.
9.    Direktur, tugas memimpin / memberikan arahan kepada karyawannya dalam melakukan pekerjaan suatu perusahaan, melakukan evaluasi, dll.
10.    Desainer, membuat desain atau rancangan baju.
11.    Guru, pekerjaannya adalah mengajar atau mendidik siswa / murid di sekolah.
12.    Hakim, tugas membuat keputusan untuk menjatuhkan hukuman atau membebaskan seorang terhadap terdakwa / termohon dalam persidangan sesuai hukum yang berlaku.
13.    Jaksa, tugas mengajukan tuntutan kepada terdakwa (terdakwa = orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum)
14.    Kasir, tugasnya adalah melayani pembayaran atas pembelian barang atau jasa seperti di toko, kafe, rumah sakit, dll.
15.    Kondektur, membantu sopir dalam pengoperasian angkutan umum.
16.    Koki, tugas memasak di suatu rumah makan, restoran, kafe, dll.

Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya

17.    Karyawan, melakukan pekerjaan sesuai bidangnya di suatu perusahaan tempatnya bekerja.
18.    Masinis, tugas menjalankan kereta api.
19.    Model, tugas memperagakan / menampilkan dan mempromosikan pakaian mode atau produk lainnya untuk tujuan iklan atau promosi atau yang berpose untuk karya seni.
20.    Nelayan, kegiatannya yaitu menangkap ikan untuk dijual.
21.    Novelis, menulis novel.
22.    Nakhoda, tugas menjalankan kapal.
23.    Pegawai Negeri Sipil, tugas melakukan pelayanan publik atau tugas lainnya sesuai dengan instansi masing-masing.
24.    Penyanyi, bernyanyi dalam suatu pertunjukan musik atau dalam studio (perekaman lagu)
25.    Pengacara, memberikan bantuan hukum / melakukan pembelaan kepada seorang terdakwa dalam persidangan.
26.    Programmer, tugas membuat suatu program / software / perangkat lunak / aplikasi dalam komputer.
27.    Polisi, tugas menjaga ketertiban dalam lingkungan, mengatur lalu lintas, mencegah dan menangani suatu tindak kejahatan, dll.

Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya

28.    Pramugari, tugas melayani atau membantu dan mengarahkan penumpang dalam pesawat terbang.
29.    Programmer, tugas membuat program atau aplikasi atau software komputer.
30.    Perawat, tugas membantu dokter dalam merawat pasien.
31.    Penerjemah, tugas menerjemahkan suatu bahasa tertentu ke dalam bahasa lainnya.
32.    Pilot, tugas menjalankan pesawat terbang.
33.    Pramusaji, tugas menghidangkan makanan / minuman di restoran / rumah makan.
34.    Presiden, memimpin pemerintahan dalam suatu negara.
35.    Penari, tugas menari dalam suatu pertunjukan.
36.    Pemadam Kebakaran, memadamkan api jika terjadi kebakaran.
37.    Pelayan, tugas melayani tamu.
38.    Petani/Pekebun, tugas menggarap lahan atau tanah pertanian/perkebunan untuk menghasilkan produk pertanian/perkebunan seperti padi, jagung, teh, kopi, sayuran, dll.
39.    Resepsionis, tugas menerima tamu.
40.    Satpam, tugas menjaga keamanan suatu area, misal rumah, kantor, kompleks, dll
41.    Seniman, berkreasi dalam bidang seni, mengadakan pertunjukan atau pameran seni, dll.
42.    Sopir, tugas menjalankan kendaraan darat, seperti mobil, bus, truk, dll
43.    Sekretaris, membantu pimpinan dalam melakukan pekerjaan dalam suatu perusahaan
44.    Tentara, tugas menjaga keamanan negara, berperang, membantu penanganan bila terjadi bencana bila diperlukan.
45.    Video-editor, pekerjaannya adalah mengedit video.
46.    Wartawan, tugas mencari dan melaporkan berita / suatu peristiwa yang penting atau menarik.

Demikian artikel tentang 46 Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya yang dapat kami bagikan. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan karena keterbatasan pengetahuan penulis...

Misi dan Tujuan Belanda Datang Ke Indonesia

11:27 AM Add Comment

           Misi dan Tujuan Bangsa Belanda ke Indonesia

Tujuan utama kedatangan Belanda ke Indonesia adalahuntuk mencari rempah-rempah. Sejak masa kerajaan-kerajaan baik Hindu-Budha maupun Islam, Nusantara terkenal dengan daerah penghasil rempah-rempah. Rempah yang dihasilkan antara lain lada, cengkeh, kunyit dan pala. Hasil rempah-rempah ini merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan bangsa barat khususnya Belanda. Rempah-rempah tersebut digunakan untuk ramuan penghangat badan maupun sebagai obat-obatan. 
Belanda
Tujuan lain mengenai kedatangan Belanda di Indonesia adalah karena Indonesia memiliki wilayah yang strategis, yakni sebagai jalur perdagangan Internasional antara pedagang-pedagang dari Asia maupun Eropa yang melewati selat malaka maupun pesisir pantai utara Pulau Jawa. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya monopoli perdagangan di Indonesia.
Penduduk di Indonesia merupakan mayoritas Islam. Sejak keberhasilan dakwah Islam Nusantara, berbagai sendi kehidupan dipengaruhi oleh Islam. Dan tidak dapat disangkal, keberadaan kesultanan Islam di Indonesia pada masa lampau mempertegas eksistensi Islam di Indonesia.
Keberadaan kesultanan Islam menjadikan Islam sebagai pemberi warna kehidupan sehari-hari masyarakat  di Nusantara. Peninggalan peradaban baik fisik maupun non-fisik menjadi bukti bahwa Islam merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan.
Pada akhir abad XVIII M, eksistensi Islam goyah. Kedatangan kolonial Belanda, yang diawali dengan VOC, segera langsung berdampak terhadap eksistensi Islam.[1]
Ada 3 tujuan dari kedatangan Belanda:
1.    Untuk mendapatkan keuntungan ekonomi
2.    Untuk mendapatkan  kekuatan politik,yaitu menguasai wilayah Indonesia
3.    Untuk menyebarkan ideology dan keagamaan
Ketiga macam tujuan tersebut secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut:
Tujuan yang bersifat ekonomi dari kedatangan Belanda ke Indonesia dimulai tahun 1595, yaitu berupa armada kapal dagang yang diutus oleh Perseroan Amsterdam. perseroan tersebut bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie ( VOC ) setelah itu menyusul  kemudian angkatan kedua tahun 1598 dibawah pimpinan Van Nede, Van Heemskerrck, dan Van Warwijck. Dalam wakyu singkat VOC sudah menguasai perdagangan di Indonesia, khususnya wilayah Banten, Maluku, Selat Bali, Ambon, dan Tidore.
Tujuan ekonomi, dan politik telah tercapai oleh Belanda. Tujuan ini ditambah dengan tujuan bersifat ideologi dan keagamaan,yaitu tujuan untuk menanmakan budaya dan agama yang berkembang di Belanda dan Indonesia. Budaya hidup berfoya-foya, berpakaian, cara berfikir,cara berbuat, dan sikap tidak peduli pada masa depan Indonesia sangat ditanamkan oleh pemerintahan Belanda melalui berbagai cara, antara lain melalui kegiatan pendidikan. Demikian pula agama yang mereka anut, yaitu Kristen Katolik mereka sebarluaskan di Indonesia dengan cara mengirim para misionaris ke berbagai daerah di Indonesia yang didukung dengan dana dan fasilitas yang memadai, dengan mendirikan gereja, dan membatasi kegiatan keagamaan islam yang telah berkembang di Indonesia.
 Tujuan kedatangan pemerintah Belanda ke Indonesia sering diungkapkan dengan istilah 3G, yaitu Gold, Glory, dan Gospel. Gold berarti  emas, berkaitan dengan tujuan ekonomi. Gospel berarti Injil atau Kitab suci adalah berkaitan dengan misi penyebaran agama kristiani, dan Glory yang berarti kejayaan yaitu berkaitan dengan penguasaan dalam bidang politik dan kekuasaan, yakni bahwa Indonesia termasuk ke dalam wilayah kekuasaan pemerintahan Belanda yang berpusat di New Derland. Kebenaran misi ini dapat dilihat dari pernyataan yang terdapat dalam dokumen VOC yang menyatakan "Badan ini harus berniaga di Indonesia dan bila perlu boleh berperang serta harus memerhatikan penyebaran agama Islam dengan mendirikan sekolah." Sehubungan dengan ketentuan ini, Gubernur Van den Cappelen pada tahun 1819 M, merencanakan berdirinya sekolah dasar bagi penduduk pribumi agar dapat membantu pemerintahan Belanda. Disamping untuk menyebarkan agama Kristen, juga agar bangsa Indonesia dapat membaca sehingga dapat mematuhi undang-undang dan peraturan yang dibuat oleh pemerintahan Belanda. Sementara itu, pendidikan agama Islam baik yang dilaksanakan di mushala, masjid, pesantren, dan madrasah dianggap tidak ada gunanya, karena sama sekali tidak membantu pemerintahan Belanda, serta tidak kaitannya sama sekali dengan kemajuan pembangunan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Lebih dari itu, Belanda menganggap bahwa agama Islam justru sebagai faktor penghambat dan penghalang bagi kemajuan dan kepentinngan Belanda.
Selanjutnya kolonial Belanda memperlakukan umat Islam sejajar dengan pribumi. Sekolah untuk mereka terbatas hanya sekolah di Desa. Padahal Islam adalah agama mayoritas penduduk pribumi. Sedangkan penduduk beragama selain Islam, khususnya Kristen (Ptotestan dan Katolik) diperlakukan sama dengan orang Eropa. Keadaan ini membekas dalam hati umat Islam. Keadaan yang dialami penduduk pribumi pada dasarnya adalah keadaan umat Islam. Di samping itu, kolonial Belanda selalu menempatkan Islam sebagai musuh untuk kolonialisme maupun untuk usaha menyebarkan agama Nasrani.





[1] Machfud syefudin,dkk, Dinamika peradaban Islam, (Yoyakarta: Pustaka Ilmu, 2013),

Tahapan Katabolisme Karbohidrat Respirasi Aerob dan Anaerob

2:26 PM Add Comment
Metabolismedalam makhluk hidup dapat dibedakan menjadi katabolisme dan anabolisme. Pengertian Katabolisme adalah proses penguraian atau pemecahan senyawa organik kompleks menjadi senyawa sederhana. Dalam proses katabolisme, terjadi pelepasan energi sebagai hasil pemecahan senyawa-senyawa organik kompleks tersebut. Adapun anabolisme adalah proses pembentukan atau penyusunan senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Kebalikan dari katabolisme, proses anabolisme ini memerlukan energi. Kali ini akan dibahas mengenai proses katabolisme.
Metabolisme

Contoh dari proses katabolisme adalah respirasi selular. Berbeda dengan pengertian respirasi pada umumnya (proses pengikatan O2 ), respirasi selular diartikan sebagai jalur katabolik (penghasil energi) dengan cara: melepaskan energi yang tersimpan dengan memecah molekul kompleks (karbohidrat, lemak dan protein).

Respirasi selular terjadi pada semua sel tubuh hewan maupun tumbuhan terutama di mitokondria. Pada respirasi selular, molekul glukosa (karbohidrat) dan bahan makanan lain diuraikan atau dipecah menjadi karbon dioksida (CO2 ), air (H2O), dan energi dalam bentuk ATP. Berdasarkan keterlibatan oksigen dalam prosesnya, respirasi selular terbagi menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob.
Apakah Anda tahu perbedaannya?

Jika tidak langsung kita bahas bersama.

1. Respirasi Aerob

Respirasi aerob adalah proses respirasi yang menggunakan oksigen. Secara sederhana, proses respirasi aerob pada glukosa dituliskan sebagai berikut.



Apakah respirasi aerob terjadi sesederhana reaksi ini?. Tentusaja tidak, Proses respirasi aerob ini melewati tiga tahapan, yaitu:

a. Glikolisis,
b. Siklus Krebs, dan
c. Rantai transfer elektron.

Bagaimana proses terjadinya di ketiga tahapan tersebut.? Langsung saja kita bahas bersama...

a. Glikolisis

Glikolisismerupakan serangkaian reaksi yang terjadi di sitosol pada hampir semua sel hidup. Pada tahap ini, terjadi pengubahan senyawa glukosa dengan 6 atom C, menjadi dua senyawa asam piruvat dengan 3 atom C, serta NADH dan ATP. Tahap glikolisis belum membutuhkan oksigen.
Glikolisis yang terdiri atas sepuluh reaksi, dapat disimpulkan dalam dua tahap:

  • Reaksi penambahan gugus fosfat. Pada tahap ini digunakan duamolekul ATP (terjadi pada fase investasi energy yang mencakup lima langkah pertama).
  • Gliseraldehid-3-fosfat diubah menjadi asam piruvat. Selain itu, dihasilkan 4 molekul ATP dan 2 molekul NADH (fase pembayaran energy mencakup lima langkah berikutnya).




Pada tahap glikolisis dihasilkan energi dalam bentuk ATP sebanyak 4 ATP. Namun karena 2 ATP digunakan pada awal glikolisis maka hasil akhir energi yang didapat adalah 2 ATP.

b. Siklus Krebs

Siklus asam sitratjuga disebut siklus as.trikarboksilat atau yang sering kita sebut Siklus Krebsdijelaskan pertama kali oleh Hans Krebs pada sekitar 1930-an. Dalam siklus Krebs, satu molekul asetil KoA akan menghasilkan 4 NADH, 1 GTP, dan 1 FADH. GTP (guanin trifosfat) merupakan salah satu bentuk molekul berenergi tinggi. Energi yang dihasilkan satu molekul GTP setara dengan energi yang dihasilkan satu molekul ATP. Molekul CO2  juga dihasilkan dari siklus Krebs ini. Karena satu molekul glukosa dipecah menjadi dua molekul.

Siklus ini merupakan tahap kedua dalam respirasi aerob dan terjadi di matriks mitokondria.Siklus ini melibatkan 2 siklus untuk memetabolisme glukosa, yaitu tiap satu siklus untuk satu asetil ko.A.

Siklus ini dimulai dari dua molekul asam piruvat hasil dari glikolisis yang ditransportasikan dari sitoplasma ke dalam mitokondria, tempat terjadinya siklus Krebs. Akan tetapi, asam piruvat sendiri tidak akan memasuki reaksi siklus Krebs tersebut. Asam piruvat tersebut akan diubah menjadi asetil koenzim A (asetil koA). Tahap pengubahan asam piruvat menjadi asetil koenzim A ini terkadang disebut tahap transisi atau reaksi dekarboksilasi oksidatif. Berikut ini gambar proses pengubahan satu asam piruvat menjadi asetil koenzim A.



Kompleks senyawa asetil koenzim A inilah yang akan memasuki siklus Krebs atau yang dikenal juga sebagai siklus asam sitrat. Koenzim A pada pembentukan asetil KoA merupakan turunan dari vitamin B.


Penjelasan :
  • Setiap satu asetil ko.A (2C) yang masuk ke dalam siklus krebs dan bergabung dengan asam oksaloasetat (4C), terbentuk asam sitrat (6C)àdioksidasià melepaskan CO2 dan membebaskan H+dan e-  à asam ketoglutarat (5C)àPembebasan e- mereduksi energy karier yaitu NAD+ menjadi NADH dan FAD+ menjadi FADH2. à as. ketoglutarat juga direduksi. Siklus terus berlanjut untuk mengoksidasi asam suksinat, asam fumarat, dan asam malat, dan yang lainnya. Dan memproduksi lebih banyak CO2, NADH, FADH2dan ATP.
  • H2O ditambahkan untuk menyuplai lebih banyak H+.  CO2 adalah produk sampah dari hasil respirasi dan dikeluarkan oleh sel. Asam oksaloasetat diregenerasikan untuk memulai siklus selanjutnya. NADH, FADH2 yang dihasilkan akan bermigrasi pada tahap selanjutnya yaitu rantai transport elektron.
  •  Di dapatkan dalam satu asetil ko.A didapatkan energy 1 ATP, 1 FADH2 , dan 3 NADH. Karena yang masuk tadi adalah dua molekul asetil ko.A, maka didapatkan 2 ATP, 2 FADH2 , dan 6 NADH


Selain dihasilkan energi pada siklus Krebs, juga dihasilkan hidrogen yang direaksikan dengan oksigen membentuk air. Molekul-molekul sumber elektron seperti NADH dan FADH2  dari glikolisis dan siklus Krebs, selanjutnya memasuki tahap transpor elektron untuk menghasilkan molekul berenergi siap pakai.

c. Sistem Transfer Elektron

Tahap terakhir dari respirasi seluler aerob adalah sistem transfer elektron. Tahap ini terjadi pada ruang intermembran dari mitokondria. Pada tahap inilah ATP paling banyak dihasilkan.

Seperti Anda ketahui, sejauh ini hanya dihasilkan 4 molekul ATP dari satu molekul glukosa, yaitu 2 molekul dari glikolisis dan 2 molekul dari sikluk Krebs. Akan tetapi, dari glikolisis dan siklus Krebs dihasilkan 10 NADH (2 dari glikolisis, 2 dari tahap transisi siklus Krebs, dan 6 dari siklus Krebs) dan 2 FADH2 . Molekul-molekul inilah yang akan berperan dalam menghasilkan ATP.

Jika Anda perhatikan, meskipun glikolisis dan siklus Krebs termasuk tahap respirasi aerob, namun sejauh ini belum ada molekul oksigen yang terlibat langsung dalam reaksi. Pada tahap transfer elektron inilah oksigen terlibat secara langsung dalam reaksi.

Pada reaksi pertama, NADH mentransfer sepasang elekron kepada molekul flavoprotein (FP). Transfer elektron mereduksi flavoprotein, sedangkan NADH teroksidasi kembali menjadi ion NAD+. Elektron bergerak dari flavoprotein menuju sedikitnya enam akseptor elektron yang berbeda. Akhirnya, elektron mencapai akseptor protein terakhir berupa sitokrom a dan  a3 . Perhatikan gambar berikut.


Akseptor terakhir dari rantai reaksi merupakan oksigen. Elektron berenergi tinggi dari NADH dan FADH2 memasuki sistem reaksi. Dalam perjalanannya, energi elektron tersebut mengalami penurunan energi yang digunakan untuk proses fosforilasi ADP menjadi ATP sehingga satu molekul NADH setara dengan 3 ATP dan satu molekul FADH2  setara dengan 2 ATP. Berapakan total ATP yang dihasilkan satu molekul glukosa melalui respirasi aerob? Perhatikan gambar berikut.


2. Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob adalah proses respirasi yang tidak memerlukan oksigen. Salah satu contoh proses ini adalah proses fermentasi. Respirasi anaerob dapat terjadi pada manusia dan hewan jika tubuh memerlukan energi secara cepat. Pada mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, respirasi anaerob dilakukan karena keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan dan belum memiliki sistem metabolisme yang kompleks.

Mengapa respirasi anaerob dapat terjadi dan berapa banyak energi yang dihasilkannya? Masih ingatkah Anda tahap glikolisis pada respirasi aerob? Pada tahap tersebut, glukosa dapat dipecah untuk menghasilkan total 2 ATP dan tidak memerlukan oksigen. Meskipun energi yang dihasilkannya jauh lebih kecil daripada respirasi aerob, jumlah ini cukup bagi mikroorganisme dan energi awal bagi hewan.

Selain menghasilkan ATP, glikolisis juga menghasilkan NADH dan NAD+. Tanpa suplai NAD+ yang memadai, proses glikolisis pada respirasi anaerob dapat terhenti. Oleh karena itu, organisme yang melakukan respirasi anaerob harus mampu mengoksidasi NADH menjadi NAD+ kembali. Berdasarkan hal tersebut terdapat dua cara respirasi anaerob yang dilakukan organisme.

a. Fermentasi alkohol

Beberapa organisme seperti khamir (Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi alkohol. Organisme ini mengubah glukosa melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol)



Proses fermentasi alkohol diawali dengan pemecahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat. Pada proses tersebut, dibentuk juga 2 ATP dan 2 NADH. Setiap asam piruvat diubah menjadi asetildehid dengan membebaskan CO2 . Asetildehid diubah menjadi etanol dan NADH diubah menjadi NAD+ untuk selanjutnya digunakan dalam glikolisis kembali.

Fermentasi alkohol merupakan jenis fermentasi yang banyak digunakan manusia selama ribuan tahun dalam pengolahan bahan makanan. Khamir banyak digunakan dalam pembuatan roti dan minuman beralkohol.

b. Fermentasi Asam Laktat

Sama halnya dengan fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat dimulai dengan tahap glikolisis. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sel otot dan beberapa sel lainnya, serta beberapa bakteri asam laktat. Pada otot, proses ini dapat menyediakan energi yang dibutuhkan secara cepat. Akan tetapi, penumpukan asam laktat berlebih dapat menyebabkan otot lelah. Asam laktat berlebih dibawa darah menuju hati untuk diubah kembali menjadi asam piruvat. Industri susu menggunakan fermentasi asam laktat oleh bakteri untuk membuat keju dan yoghurt.




Glukosa akan dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat melalui glikolisis, membentuk 2 ATP dan 2 NADH. NADH diubah kembali menjadi NAD+ saat pembentukan asam laktat dari asam piruvat. Fermentasi asam laktat tidak menghasilkan CO2 , seperti halnya fermentasi alkohol.

PENGERTIAN TANAH PADA LAHAN KERING

1:56 PM Add Comment
Sifat fisik tanah pada lahan kering kurang baik, yaitu berstruktur padat, kelembapan lapisan tanah atas (top soil) maupun lapisan tanah bawah (sub soil) rendah, sirkulasi udara agak terhambat, dan kemampuan tanah untuk menyimpan air relatif rendah.

Ciri utama yang menonjol di lahan kering adalah terbatasnya air, makin menurunnya produktifitas lahan, tingginya variabilitas kesuburan tanah dan macam spesies tanaman yang ditanam serta aspek sosial, ekonomi dan budaya. Keadaan lahan kering umumnya adalah lahan tadah hujan yang lebih peka terhadap erosi, terutama jika keadaan tanah miring dan tidak tertutup vegetasi.


Lahan Kering

Lahan kering sebagian besar terdiri dari tanah-tanah ultisol, inceptisol/aluvial, alfisol, dan oksisol, namun tetap berpotensi untuk dikembangakan sebagai lahan yang produktif dengan pemilihan teknologi dan jenis komoditi yang sesuai.

Alluvial merupakan tanah yang berkembang dari bahan alluvium muda (recen), mempunyai susunan berlapis atau kadar C-organik tidak teratur dengan kadar fraksi pasir kurang dari 60% pada kedalaman antara 25 – 100cm dari permukaan tanah mineral (Pusat Penelitian Tanah, 1993). Tanah aluvial hanya meliputi lahan yang sering atau baru saja mengalami banjir, atau merupakan hasil endapan bahan-bahan koluvial akibat angkutan dari daerah di atasnya.

Tanah Aluvial dengan warna kelabu kekuningan (disebut Aluvial Kelabu Kekuningan) berkembang di daerah dengan tingkat drainasi yang baik. Tanah Aluvial Kelabu Kekuningan pada umumnya mempunyai masalah dengan kekurangan air.

PENGERTIAN RESPIRASI

12:20 PM Add Comment
Pengertian Respirasi yang terdapat pada http://answers.yahoo.com adalah sebagai berikut:
  1. Respirasi adalah bernapas, yaitu mengambil O2 dan mengeluarkan CO2 serta H2O melalui paru-paru dan hidung.
  2. Respirasi adalah pertukaran gas yang terjadi di dalam sel dengan lingkungannya.
  3. Respirasi diartikan sebagai reaksi enzimatik dimana sel-sel tubuh dapat mempergunakan oksigen. Dalam peristiwa tersebut, sitokrom, yang disebut enzim respirasi memegang peranan penting. 
Pengertian Respirasi menurut http://id.wikipedia.org adalah :
Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.

Pengertian Respirasi menurut http://pengertian-definisi.blogspot.com adalah sebagai berikut :

  • Respirasi adalah proses pernafasan yang menghirup / menghisap oksigen dari udara dan mengeluarkan / melepaskan karbondioksida ke udara.
     
  • Respirasi pada tanaman adalah proses reaksi karbohidrat (CH2O) dengan oksigen (02) menghasilkan air (H2O) dan energi kimia karbohidrat (CO2) yang dilepaskan ke udara.
     
  • Energi kimia yang dihasilkan dari proses respirasi tersebut akan dipergunakan dalam proses metabolisme atau energi kimia tersebut akan dipergunakan untuk menggantikan energi yang dipergunakan dalam metabolisme.
     
  • Apabila banyak terjadi respirasi pada tanaman; berarti banyak energi yang keluar dan banyak karbohidrat yang terurai. Ini dapat mempengaruhi produksi tanaman tersebut.

Respirasi

Pada dasarnya, respirasi adalah proses oksidasi yang dialami SET sebagai unit penyimpan energi kimia pada organisme hidup. SET, seperti molekul gula atau asam-asam lemak, dapat dipecah dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana. Karena proses ini adalah reaksi eksoterm (melepaskan energi), energi yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk ATP atau NADPH. Pada gilirannya, berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi) dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini.


Respirasi

Kebanyakan respirasi yang dapat disaksikan manusia memerlukan oksigen sebagai oksidatornya. Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Namun demikian, banyak proses respirasi yang tidak melibatkan oksigen, yang disebut respirasi anaerob. Yang paling biasa dikenal orang adalah dalam proses pembuatan alkohol oleh khamir Saccharomyces cerevisiae. Berbagai bakteri anaerob menggunakan belerang (atau senyawanya) atau beberapa logam sebagai oksidator.

Respirasi dilakukan pada satuan sel. Proses respirasi pada organisme eukariotik terjadi di dalam mitokondria.

artikel terkait:

Katabolime Karbohidrat

PENGERTIAN LINGKUNGAN

12:22 AM Add Comment
Pengertian Lingkungan menurut Wikipedia.org adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.

Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak dapat hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain baik dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup maupun berinteraksi dalam suatu kelompok organisasi.




Lingkungan

Bagi sebagian besar orang, waktu mereka dihabiskan untuk terlibat dalam organisasi baik formal maupun informal. Sejak kita memasuki masa sekolah hingga hidup bermasyarakat, tentunya banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, seperti kelompok paduan suara, tim olahraga, kelosmpok musik atau drama, organisasi keagamaan di lingkungan tempat tinggal, atau juga bisnis.

Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan, wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkan organisasi informal adalah suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam perusahaan karena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan pada suatu kantor. Organisasi informal muncul karena adanya kebutuhan pribadi dan kelompok dalam suatu organisasi. 

PENGERTIAN DAN DEFINISI PETA | Syarat - Unsur - Komponen - Jenis Peta

9:00 PM Add Comment
Pengertian dan Definisi Peta adalah gambaran mengenai permukaan bumi yang tampak terlihat dari atas diperkecil dan menggunkan skala. Suatu Peta harus terdapat :
  • Judul Peta : adalahmencerminkan isi atau maksud dari sebuah peta. Judul peta harus simetris, tebal, menggunakan huruf kapital, dan tulisan harus hitam dan tebal.
  • Skala Peta : adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak pada sesungguhnya. Skala Peta dibedakan menjadi tiga yaitu : (a) Skala Grafik, (b) Skala Angka atau Pecahan, (c) Skala Verbal atau kalimat.
  • Orientasi Peta : adalah pedoman arah yang digunakan dalam peta. Arah yang menjadi pedoman dasar adalah arah utara yang memiliki koordinat Nol derajat.
  • Garis Astronomis : adalah garis yang membatasi wilayah yang dipetakan. Garis Astronomis ada dua yaitu Garis Lintang ( Pararel )dan Garis Bujur ( Meridian )
  • Simbol Peta : lambang-lambang yang ada pada peta. Simbol Peta dibedakan menjadi tiga, yaitu : (a) Simbol Titik, digunakan untuk menggambarkan nama kota, nama pegunungan, bandara, pelabuhan, monumen, candi, tempat ibadah. (b) Simbol Garis, digunakan untuk menggambarkan sungai, jalan raya, dan rel kereta api. (c) Simbol Area digunakan untuk menggambarkan persawahan, perkebunan, rawa, danau, dan hutan.
  • Warna Peta : adalah warna-warna yang digunakan dalam peta antara lain : (a) Warna putih menggambarkan daerah dingin atau kutub. (b) Warna Hijau digunakan untuk menggambarkan dataran rendah, daerah rawa, persawahan, hutan, dan perkebunan. (c) Warna Kuning digunakan untuk menggambarkan perbukitan. (d) Warna Cokelat digunakan untuk menggambarkan pegunungan. (d) Warna Merah digunakan untuk menggambarkan gunung aktif dan jalan raya. (e) Warna Biru digunakan untuk menggambarkan perairan. Biru Muda menggambarkan perairan dangkal dan biru tua menggambarkan perairan dalam.


Pulau Jawa

Pengertian dan Definisi yang terdapat pada wikipedia disebutkan bahwa Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.


Peta merupakan alat bantu dalam menyampaikan suatu informasi keruangan. Berdasarkan fungsi tersebut maka sebuah peta hendaknya dilengkapi dengan berbagai macam komponen/unsur kelengkapan yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam membaca/menggunakan peta. Beberapa komponen kelengkapan peta yang secara umum banyak ditemukan pada peta misalnya adalah:

  • Judul

Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul biasanya di bagian atas tengah, atas kanan, atau bawah. Walaupun demikian, sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.

  • Legenda

Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta.

  • Orientasi/tanda arah

Pada umumnya, arah utara ditunjukkan oleh tanda panah ke arah atas peta. Letaknya di tempat yang sesuai jika ada garis lintang dan bujur, koordinat dapat sebagai petunjuk arah.

  • Skala

Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala ditulis di bawah judul peta, di luar garis tepi, atau di bawah legenda. Skala dibagi menjadi 3, yaitu:
Skala angka. Misalnya 1 : 2.500.000. artinya setiap 1 cm jarak dalam peta sama dengan 25 km satuan jarak sebenarnya.
Skala garis. Skala ini dibuat dalam bentuk garis horizontal yang memiliki panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih untuk mewakili jarak tertentu yang diinginkan oleh pembuat peta.
Skala verbal, yakni skala yang ditulis dengan kata-kata.

  • Simbol

Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada di permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain:
Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional
Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak
Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu
Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.
Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya.
Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk persentase.
Simbol bola, digunakan untuk menyatakan volume, makin besar simbol bola menunjukkan volume semakin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti volume semakin kecil.

  • Warna Peta

Warna peta digunakan untuk membedakan kenampakan atau objek di permukaan bumi, memberi kualitas atau kuantitas simbol di peta, dan untuk keperluan estetika peta. Warna simbol dalam peta terdiri dari beberapa warna, yaitu:




  • Warna hijau;
  • Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. Biasanya bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian < 200 m didominasi olah dataran rendah. Dataran rendah di Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan pantai selatan.




  • Warna merah
    Warna merah menunjukkan jalan kereta api/gunung aktif. Warna merah sering dijumpai di peta suatu provinsi.





  • Warna hijau muda
  • Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200–400 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang landai dengan disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. Penyebaran bentuk muka ini hampir menyeluruh di atas dataran rendah.



  • Warna kuning
  • Warna kuning menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 500–1000 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan dan pegunungan rendah. Penyebaran dari bentuk muka bumi ini berada di bagian tepi-tengah dari Provinsi Jawa Tengah dan paling luas di sebelah tenggara Kabupaten Su




  • Warna cokelat muda
  • Warna cokelat muda menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian antara 1000–1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi yang dominan di daerah ini berupa pegunungan sedang disertai gunung-gunung yang rendah. Penyebaran dari bentuk muka ini berada di bagian tengah dari Jawa Tengah, seperti di sekitar Bumiayu, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Salatiga dan Tawangmangu.




  • Warna cokelat
  • Warna cokelat menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi di daerah ini didominasi oleh gunung-gunung yang relatif tinggi. Penyebaran dari gunung-gunung tersebut sebagian besar di bagian tengah dari Jawa Tengah.




  • Warna biru keputihan
  • Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Zona di wilayah ini disebut dengan zona neritik. Penyebaran dari zona ini ada di sekitar pantai. Di wilayah perairan darat warna ini menunjukkan danau atau rawa. Di Wonogiri terdapat Waduk Gajah Mungkur, di Bawen terdapat Rawa Pening, di sekitar Kebumen terdapat waduk Wadaslinang dan Sempor dan masih ada beberapa waduk kecil lainnya.




  • Warna biru muda
  • Warna biru muda menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara 200–2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng yang relatif terjal. Wilayah ini merupakan kelanjutan dari zona neritik. Namun wilayah ini tidak tergambar dalam peta umum.




  • Warna biru tua
  • Warna biru tua menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari 2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di sekitar Pulau Bali pada kedalaman > 2000 m sulit untuk diketahui dan tidak bisa diinterprestasikan dari peta. Namun biasanya bentuk muka bumi pada laut dalam dapat berupa dataran, lubuk laut, drempel dan palung laut. Bentuk muka bumi seperti ini juga tidak tergambar dalam peta umum.

    • Tipe Huruf (Lettering)

    Lettering berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Macam penggunaan lettering:
    Obyek Hipsografi ditulis dengan huruf tegak, contoh: Surakarta
    Obyek Hidrografi ditulis dengan huruf miring, contoh: Laut Jawa

    • Garis Astronomis

    Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara berlawanan arah satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukan letak astronomis.

    • Sisipan

    Inset adalah peta kecil yang disisipkan di peta utama. Macam-macam inset antara lain:
    Inset penunjuk lokasi, berfungsi menunjukkan letak daerah yang belum dikenal
    Inset penjelas, berfungsi untuk memperbesar daerah yang dianggap penting
    Inset penyambung, berfungsi untuk menyambung daerah yang terpotong di peta utama

    • Garis Tepi Peta

    Garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi ruang peta dan untuk meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan benar pada peta.

    • Sumber dan Tahun Pembuatan

    Sumber peta adalah referensi dari mana data peta diperoleh.

    • Garis Lintang dan Garis Bujur

    Garis lintang adalah garis yang melintang dari arah barat - timur atau dari arah timur - barat. Garis bujur adalah garis yang membujur dari arah utara - selatan atau selatan - utara.



    BERMACAM JENIS PETA

    Peta dapat dikelompokkan menjadi lima bagian, yaitu:

    • Berdasarkan isi data yang disajikan
    1. Peta umum, yakni peta yang menggambarkan kenampakan bumi, baik fenomena alam atau budaya. Peta umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
    2. Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.
    3. Peta korografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta korografi adalah atlas.
    4. Peta dunia atau geografi, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

    • Berupa Suatu Daerah / Wilayah
    1. Peta khusus (peta tematik), yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Misalnya, peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.

    • Peta berdasarkan sumbernya (data)
    1. Peta turunan (derived map) yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.
    2. Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan.

    • Peta berdasarkan bentuk/simetrisnya
    1. Peta datar atau peta dua dimensi, atau peta biasa, atau peta planimetri yaitu peta yang berbentuk datar dan pembuatannya pada bidang datar seperti kain. Peta ini digambarkan menggunakan perbedaan warna atau simbol dan lainnya.
    2. Peta timbul atau peta tiga dimensi atau peta stereometri, yaitu peta yang dibuat hampir sama dan bahkan sama dengan keadaan sebenarnya di muka bumi. Pembuatan peta timbul dengan menggunakan bayangan 3 dimensi sehingga bentuk–bentuk muka bumi tampak seperti aslinya.
    3. Peta digital, merupakan peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan dalam komputer. Peta ini dapat disimpan dalam disket atau CD-ROM. Contoh: citra satelit, foto udara.
    4. Peta garis, yaitu peta yang menyajikan data alam dan kenampakan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
    5. Peta foto, yaitu peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara yang dilengkapi dengan garis kontur, nama, dan legenda.

    • Peta berdasarkan tingkat skalanya/kedetailannya
    1. Peta Kadaster (peta berskala sangat besar) adalah peta yang berskala 1: 100 - 1:5000
    2. Peta Skala Besar adalah Peta yang berskala 1:5000 - 1:250.000
    3. Peta skala sedang adalah peta yang berskala 1:250.000 - 1:500.000
    4. Peta skala kecil adalah peta yang berskala 1:500.000 - 1:1.000.000
    5. Peta geografis adalah peta berskala >1:1.000.000