Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Pengertian Pencemaran Lingkungan dan Macam Macamnya beserta Dampaknya

5:44 AM Add Comment

PENGERTIAN PENCEMARAN

Selain kerusakan pada hutan, lingkungan yang tercemar cuga akan memberikan dampak yang besar pada kelestarian ekosistem. Baik ekosistem yang ada di laut, darat, maupun udara. hal tersebut dapat mengakibatkan banyak sekali kerugian bagi manusia, mulai dari gangguan ernafasan hingga kematian.

Pada pembahasan kali ini kita akan mengetahui secara lengkap tentang pengertian pencemaran lingkungan, dampak pencemaran lingkungan, contoh pencemaran lingkungan dan macam-macam pencemaran lingkungan.

Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang berada dalam keseimbangan. Lingkungan seperti ini mampu mengatur dan memulihkan dirinya apabila terjadi gangguan, sehingga selalu dalam keadaan seimbang.


Lingkungan tidak selalu dalam keadaan stabil. Apabila, suatu lingkungan mendapatkan gangguan yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup di dalamnya maka lingkungan tersebut telah tercemar.
Pencemaran adalah peristiwa masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat-zat, ataupun komponen lain yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan merugikan makhluk hidup dalam suatu ruang interaksi makhluk hidup untuk bertahan hidup. Pencemaran biasa disebut dengan istilah polusi.


Pencemaran lingkungan merupakan suatu perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena bisa mempengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.
Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut dengan polutan. Suatu zat bisa dikatakan sebagai polutan jika bahan atau zat asing tersebut melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya dan berada pada waktu yang tidak tepat.
Lingkungan yang tercemar, akan mengakibatkan keadaan ekosistemnya tidak seimbang akibat masuknya polutan ke dalam lingkungan tersebut. Sedangkan pada lingkungan alami mempunyai ekosistem yang seimbang.
Seperti contoh, udara di desa terasa segar karena banyak ditumbuhi oleh pepohonan hijau. Hal ini menunjukkan di desa tersebut udaranya belum tercemar. jika di kota yang padat penduduknya, udara akan terasa panas dan pernapasan menjadi tidak nyaman. Hal ini menunjukkan udara dikota sudah tercemar.

Menurut UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982, Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Pencemaran (Polusi) : Pengertian, Macam, Sumber, Akibat

Pencemaran dapat disebabkan karena proses alam (contoh : gunung meletus, gas beracun, dll), dan akibat kegiatan manusia (contoh : tercemarnya air sungai oleh limbah pabrik, tercemarnya udara oleh asap kendaraan bermotor, dll).

Zat-zat yang dapat menyebabkan terjadinya polusi / pencemaran disebut polutan. Adanya polutan tersebut, mengakibatkan lingkungan menjadi kurang atau tidak sesuai dengan fungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, akan terjadi kerusakan di lingkungan yang mengganggu, merugikan, dan bahkan mematikan makhluk hidup.

Suatu zat dapat dikategorikan sebagai polutan jika :
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
2. Berada di tempat yang tidak tepat.
3. Berada pada waktu yang tidak tepat.

Sifat polutan antara lain :
1. Merusak untuk sementara waktu, akan tetapi apabila sudah bereaksi dengan zat yang ada di lingkungan tidak merusak lagi.
2. Merusak dalam jangka panjang. Contohnya Pb (timbal) tidak merusak apabila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, timbal dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.


Selain kerusakan pada hutan, lingkungan yang tercemar cuga akan memberikan dampak yang besar pada kelestarian ekosistem.


Pada pembahasan kali ini kita akan mengetahui secara lengkap tentang pengertian pencemaran lingkungan, dampak pencemaran lingkungan, contoh pencemaran lingkungan dan macam-macam pencemaran lingkungan.



Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang berada dalam keseimbangan. Lingkungan seperti ini mampu mengatur dan memulihkan dirinya apabila terjadi gangguan, sehingga selalu dalam keadaan seimbang.



Lingkungan tidak selalu dalam keadaan stabil. Apabila, suatu lingkungan mendapatkan gangguan yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup di dalamnya maka lingkungan tersebut telah tercemar.

MACAM-MACAM PENCEMARAN

Pencemaran Berdasarkan Sifat Zat Pencemarnya

Jika ditinjau dari sifat zat pencemarnya, pencemaran dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni :

a. Pencemaran biologis

Pencemaran biologis adalah pencemaran yang disebabkan oleh berbagai macam mikroba. Mikroba-mikroba tersebut dapat memicu timbulnya wabah penyakit. Contoh : Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella thyposa.

b. Pencemaran Fisik

Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh benda cair, benda padat, maupun gas. Contoh : tanah yang tercemar oleh sampah-sampah plastik.

c. Pencemaran Kimiawi

Pencemaran kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat-zat kimia. Contoh :CO2, logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni,) bahan raioaktif, detergen, minyak, pestisida, pupuk anorganik.

Pencemaran berdasarkan Berdasarkan Tempat Terjadinya
a. Pencemaran Udara

Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain :
- Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronkhitis, emfisema, dan kemungkinan kanker paru-paru.
- Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat.
- Terganggunya pertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam.
- Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Bila es meleleh maka permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi keseimbangan ekologi.
- Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.

b. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna.

Sumber pencemaran air antara lain :

1. Limbah Pertanian, contoh : insektisida, pupuk organik.
2. Limbah Rumah Tangga, meliputi limbah organik seperti sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia serta limbah anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air.
3. Limbah Industri, misal air raksa, kadmium, dan timbal yang mencemari air sungai dan laut.
4. Penangkapan ikan dengan menggunakan racun.

Akibat yang dtimbulkan oleh pencemaran air antara lain
- Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
- Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air
- Pendangkalan dasar perairan.
- Punahnya biota air, misalnya ikan, udang, dan serangga air.
- Terjadinya banjir akibat got tersumbat sampah.
- Menjalarnya wabah muntaber.

c. Pencemaran tanah

Tanah yang subur adalah tanah yang kaya akan unsur hara, humus, zat organik dan cukup air. Di tanah yang suburlah proses kehidupan makhluk hidup baik tumbuhan, hewan, serta mikroba tanah berlangsung dengan baik. Apabila ada komponen lain yang masuk ke dalam tanah sehingga mengganggu keseimbangan ekologi tanah maka terjadilah pencemaran tanah.

Biasanya pencemaran tanah disebabkan oleh limbah industri, hujan asam, limbah rumah tangga, dan tumpahan minyak. Benda-benda yang mencemari tanah pada umumnya berupa kertas, kaleng, kantong plastik, logam-logam, gelas, kaca, baterai bekas, pestisida serta senyawa racun dan kimia lainnya.

Menurut sifatnya, polutan tersebut dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

1. Polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable). Contohnya kayu, kertas, bahan sisa makanan, sampah-sampah dedaunan.
2. Polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses alam (nonbiodegradable). Contohnya gelas, pestisida, residu radioaktif, dan logam toksik. Bahan yang tidak terurai tersebut akan tetap berada pada lingkungan hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Sehingga akan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain :
a. Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah).
b. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan
c. Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.

d. Pencemaran suara

Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising secara terus-menerus. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). Sumber pencemaran suara adalah suara petir, suara lalu lintas kendaraan bermotor, pesawat terbang, mesin pabrik, dan suara gaduh lainnya.

Suara dianggap sebagai pencemar apabila suara yang tidak diinginkan masuk ke lingkungan manusia, sehingga mengganggu aktivitas manusia. Bahkan suara yang terlalu keras dapat merusak fungsi telinga manusia.

Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.
4. Memperluas gerakan penghijauan.
5. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya.

Demikian artikel tentang Pencemaran (Polusi) meliputi pengertian, jenis / macam-macam, sumber polusi, dan akibat yang ditimbulkannya, serta usaha untuk mencegah pencemaran lingkungan. Semoga bermanfaat

Tahapan Katabolisme Karbohidrat Respirasi Aerob dan Anaerob

2:26 PM Add Comment
Metabolismedalam makhluk hidup dapat dibedakan menjadi katabolisme dan anabolisme. Pengertian Katabolisme adalah proses penguraian atau pemecahan senyawa organik kompleks menjadi senyawa sederhana. Dalam proses katabolisme, terjadi pelepasan energi sebagai hasil pemecahan senyawa-senyawa organik kompleks tersebut. Adapun anabolisme adalah proses pembentukan atau penyusunan senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Kebalikan dari katabolisme, proses anabolisme ini memerlukan energi. Kali ini akan dibahas mengenai proses katabolisme.
Metabolisme

Contoh dari proses katabolisme adalah respirasi selular. Berbeda dengan pengertian respirasi pada umumnya (proses pengikatan O2 ), respirasi selular diartikan sebagai jalur katabolik (penghasil energi) dengan cara: melepaskan energi yang tersimpan dengan memecah molekul kompleks (karbohidrat, lemak dan protein).

Respirasi selular terjadi pada semua sel tubuh hewan maupun tumbuhan terutama di mitokondria. Pada respirasi selular, molekul glukosa (karbohidrat) dan bahan makanan lain diuraikan atau dipecah menjadi karbon dioksida (CO2 ), air (H2O), dan energi dalam bentuk ATP. Berdasarkan keterlibatan oksigen dalam prosesnya, respirasi selular terbagi menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob.
Apakah Anda tahu perbedaannya?

Jika tidak langsung kita bahas bersama.

1. Respirasi Aerob

Respirasi aerob adalah proses respirasi yang menggunakan oksigen. Secara sederhana, proses respirasi aerob pada glukosa dituliskan sebagai berikut.



Apakah respirasi aerob terjadi sesederhana reaksi ini?. Tentusaja tidak, Proses respirasi aerob ini melewati tiga tahapan, yaitu:

a. Glikolisis,
b. Siklus Krebs, dan
c. Rantai transfer elektron.

Bagaimana proses terjadinya di ketiga tahapan tersebut.? Langsung saja kita bahas bersama...

a. Glikolisis

Glikolisismerupakan serangkaian reaksi yang terjadi di sitosol pada hampir semua sel hidup. Pada tahap ini, terjadi pengubahan senyawa glukosa dengan 6 atom C, menjadi dua senyawa asam piruvat dengan 3 atom C, serta NADH dan ATP. Tahap glikolisis belum membutuhkan oksigen.
Glikolisis yang terdiri atas sepuluh reaksi, dapat disimpulkan dalam dua tahap:

  • Reaksi penambahan gugus fosfat. Pada tahap ini digunakan duamolekul ATP (terjadi pada fase investasi energy yang mencakup lima langkah pertama).
  • Gliseraldehid-3-fosfat diubah menjadi asam piruvat. Selain itu, dihasilkan 4 molekul ATP dan 2 molekul NADH (fase pembayaran energy mencakup lima langkah berikutnya).




Pada tahap glikolisis dihasilkan energi dalam bentuk ATP sebanyak 4 ATP. Namun karena 2 ATP digunakan pada awal glikolisis maka hasil akhir energi yang didapat adalah 2 ATP.

b. Siklus Krebs

Siklus asam sitratjuga disebut siklus as.trikarboksilat atau yang sering kita sebut Siklus Krebsdijelaskan pertama kali oleh Hans Krebs pada sekitar 1930-an. Dalam siklus Krebs, satu molekul asetil KoA akan menghasilkan 4 NADH, 1 GTP, dan 1 FADH. GTP (guanin trifosfat) merupakan salah satu bentuk molekul berenergi tinggi. Energi yang dihasilkan satu molekul GTP setara dengan energi yang dihasilkan satu molekul ATP. Molekul CO2  juga dihasilkan dari siklus Krebs ini. Karena satu molekul glukosa dipecah menjadi dua molekul.

Siklus ini merupakan tahap kedua dalam respirasi aerob dan terjadi di matriks mitokondria.Siklus ini melibatkan 2 siklus untuk memetabolisme glukosa, yaitu tiap satu siklus untuk satu asetil ko.A.

Siklus ini dimulai dari dua molekul asam piruvat hasil dari glikolisis yang ditransportasikan dari sitoplasma ke dalam mitokondria, tempat terjadinya siklus Krebs. Akan tetapi, asam piruvat sendiri tidak akan memasuki reaksi siklus Krebs tersebut. Asam piruvat tersebut akan diubah menjadi asetil koenzim A (asetil koA). Tahap pengubahan asam piruvat menjadi asetil koenzim A ini terkadang disebut tahap transisi atau reaksi dekarboksilasi oksidatif. Berikut ini gambar proses pengubahan satu asam piruvat menjadi asetil koenzim A.



Kompleks senyawa asetil koenzim A inilah yang akan memasuki siklus Krebs atau yang dikenal juga sebagai siklus asam sitrat. Koenzim A pada pembentukan asetil KoA merupakan turunan dari vitamin B.


Penjelasan :
  • Setiap satu asetil ko.A (2C) yang masuk ke dalam siklus krebs dan bergabung dengan asam oksaloasetat (4C), terbentuk asam sitrat (6C)àdioksidasià melepaskan CO2 dan membebaskan H+dan e-  à asam ketoglutarat (5C)àPembebasan e- mereduksi energy karier yaitu NAD+ menjadi NADH dan FAD+ menjadi FADH2. à as. ketoglutarat juga direduksi. Siklus terus berlanjut untuk mengoksidasi asam suksinat, asam fumarat, dan asam malat, dan yang lainnya. Dan memproduksi lebih banyak CO2, NADH, FADH2dan ATP.
  • H2O ditambahkan untuk menyuplai lebih banyak H+.  CO2 adalah produk sampah dari hasil respirasi dan dikeluarkan oleh sel. Asam oksaloasetat diregenerasikan untuk memulai siklus selanjutnya. NADH, FADH2 yang dihasilkan akan bermigrasi pada tahap selanjutnya yaitu rantai transport elektron.
  •  Di dapatkan dalam satu asetil ko.A didapatkan energy 1 ATP, 1 FADH2 , dan 3 NADH. Karena yang masuk tadi adalah dua molekul asetil ko.A, maka didapatkan 2 ATP, 2 FADH2 , dan 6 NADH


Selain dihasilkan energi pada siklus Krebs, juga dihasilkan hidrogen yang direaksikan dengan oksigen membentuk air. Molekul-molekul sumber elektron seperti NADH dan FADH2  dari glikolisis dan siklus Krebs, selanjutnya memasuki tahap transpor elektron untuk menghasilkan molekul berenergi siap pakai.

c. Sistem Transfer Elektron

Tahap terakhir dari respirasi seluler aerob adalah sistem transfer elektron. Tahap ini terjadi pada ruang intermembran dari mitokondria. Pada tahap inilah ATP paling banyak dihasilkan.

Seperti Anda ketahui, sejauh ini hanya dihasilkan 4 molekul ATP dari satu molekul glukosa, yaitu 2 molekul dari glikolisis dan 2 molekul dari sikluk Krebs. Akan tetapi, dari glikolisis dan siklus Krebs dihasilkan 10 NADH (2 dari glikolisis, 2 dari tahap transisi siklus Krebs, dan 6 dari siklus Krebs) dan 2 FADH2 . Molekul-molekul inilah yang akan berperan dalam menghasilkan ATP.

Jika Anda perhatikan, meskipun glikolisis dan siklus Krebs termasuk tahap respirasi aerob, namun sejauh ini belum ada molekul oksigen yang terlibat langsung dalam reaksi. Pada tahap transfer elektron inilah oksigen terlibat secara langsung dalam reaksi.

Pada reaksi pertama, NADH mentransfer sepasang elekron kepada molekul flavoprotein (FP). Transfer elektron mereduksi flavoprotein, sedangkan NADH teroksidasi kembali menjadi ion NAD+. Elektron bergerak dari flavoprotein menuju sedikitnya enam akseptor elektron yang berbeda. Akhirnya, elektron mencapai akseptor protein terakhir berupa sitokrom a dan  a3 . Perhatikan gambar berikut.


Akseptor terakhir dari rantai reaksi merupakan oksigen. Elektron berenergi tinggi dari NADH dan FADH2 memasuki sistem reaksi. Dalam perjalanannya, energi elektron tersebut mengalami penurunan energi yang digunakan untuk proses fosforilasi ADP menjadi ATP sehingga satu molekul NADH setara dengan 3 ATP dan satu molekul FADH2  setara dengan 2 ATP. Berapakan total ATP yang dihasilkan satu molekul glukosa melalui respirasi aerob? Perhatikan gambar berikut.


2. Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob adalah proses respirasi yang tidak memerlukan oksigen. Salah satu contoh proses ini adalah proses fermentasi. Respirasi anaerob dapat terjadi pada manusia dan hewan jika tubuh memerlukan energi secara cepat. Pada mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, respirasi anaerob dilakukan karena keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan dan belum memiliki sistem metabolisme yang kompleks.

Mengapa respirasi anaerob dapat terjadi dan berapa banyak energi yang dihasilkannya? Masih ingatkah Anda tahap glikolisis pada respirasi aerob? Pada tahap tersebut, glukosa dapat dipecah untuk menghasilkan total 2 ATP dan tidak memerlukan oksigen. Meskipun energi yang dihasilkannya jauh lebih kecil daripada respirasi aerob, jumlah ini cukup bagi mikroorganisme dan energi awal bagi hewan.

Selain menghasilkan ATP, glikolisis juga menghasilkan NADH dan NAD+. Tanpa suplai NAD+ yang memadai, proses glikolisis pada respirasi anaerob dapat terhenti. Oleh karena itu, organisme yang melakukan respirasi anaerob harus mampu mengoksidasi NADH menjadi NAD+ kembali. Berdasarkan hal tersebut terdapat dua cara respirasi anaerob yang dilakukan organisme.

a. Fermentasi alkohol

Beberapa organisme seperti khamir (Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi alkohol. Organisme ini mengubah glukosa melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol)



Proses fermentasi alkohol diawali dengan pemecahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat. Pada proses tersebut, dibentuk juga 2 ATP dan 2 NADH. Setiap asam piruvat diubah menjadi asetildehid dengan membebaskan CO2 . Asetildehid diubah menjadi etanol dan NADH diubah menjadi NAD+ untuk selanjutnya digunakan dalam glikolisis kembali.

Fermentasi alkohol merupakan jenis fermentasi yang banyak digunakan manusia selama ribuan tahun dalam pengolahan bahan makanan. Khamir banyak digunakan dalam pembuatan roti dan minuman beralkohol.

b. Fermentasi Asam Laktat

Sama halnya dengan fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat dimulai dengan tahap glikolisis. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sel otot dan beberapa sel lainnya, serta beberapa bakteri asam laktat. Pada otot, proses ini dapat menyediakan energi yang dibutuhkan secara cepat. Akan tetapi, penumpukan asam laktat berlebih dapat menyebabkan otot lelah. Asam laktat berlebih dibawa darah menuju hati untuk diubah kembali menjadi asam piruvat. Industri susu menggunakan fermentasi asam laktat oleh bakteri untuk membuat keju dan yoghurt.




Glukosa akan dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat melalui glikolisis, membentuk 2 ATP dan 2 NADH. NADH diubah kembali menjadi NAD+ saat pembentukan asam laktat dari asam piruvat. Fermentasi asam laktat tidak menghasilkan CO2 , seperti halnya fermentasi alkohol.

Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang)

6:46 AM Add Comment
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi Biologi tentang Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang) dan Contohnya (Berdasarkan Tempat Hidupnya, Berdasarkan Cara Berkembangbiak, Berdasarkan Penutup Tubuhnya, berdasarkan jenis makanannya, dan berdasarkan ada tidaknya tulang punggung). Baiklah mari kita bahas selengkapnya...

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Tempat Hidupnya


Penggolongkan hewan atau binatang berdasarkan tempat hidupnya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

1. Hewan yang hidup di darat

Hewan yang hidup di darat biasa disebut hewan darat. Contoh hewan darat antara lain : ayam, sapi, kambing, kuda, singa, kucing, dan lain sebagainya.

2. Hewan yang hidup di air

Hewan yang hidup di air biasa disebut  hewan air. Contoh hewan air antara lain : ikan, udang, cumi-cumi, paus, lumba-lumba, gurita, dan lain-lain.

3. Hewan yang hidup di darat dan air  (amfibi)


Selain hewan darat, dan hewan air, ada juga hewan yang hidup di darat dan di air. Hewan ini biasa disebut dengan amfibi. Contoh hewan amfibi adalah salamander dan katak. Katak memulai hidupnya di air. Setelah dewasa, katak mengalami perubahan.Katak dewasa hidup di darat dan di air.

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Cara Berkembangbiaknya

Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang)


Penggolongan hewan / binatang berdasarkan perkembangbiakannya, dibedakan menjadi 3 macam, yaitu Ovivar (bertelur), Vivivar (beranak/melahirkan) dan Ovovivivar (Bertelur dan beranak/melahirkan).


1. Hewan ovipar (bertelur)



Hewan Ovipar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu yang baru (anak) diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam telur sebelum menetas menjadi individu yang baru.

Pada hewan Ovipar, proses pembuahan terdapat 2 macam yaitu Pembuahan Internal dan Pembuahan Eksternal. Pembuahan Internal adalah proses pembuahan Ovum oleh sperma yang terjadi di dalam tubuh induk betina contohnya Ayam (unggas, termasuk burung) dan penyu (reptilia). Sedangkan Pembuahan Eksternal adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina contoh : Ikan dan katak.

Contoh hewan ovipar adalah bebek, cicak, burung, kura-kura, penyu dan ikan.

2. Hewan vivipar (beranak/ melahirkan)

Hewan yang digolongkan sebagai hewan Vivipar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan.

Hewan vivipar adalah termasuk dalam golongan Mamalia atau hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, sapi, kerbau, harimau, gajah, kucing, dan kambing.

3. Hewan ovovivipar (bertelur dan beranak/ melahirkan).

Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovovivipar adalah hewan yang proses pembuahannya terjadi dalam tubuh induk betina. Hasil dari pembuahan ini kemudian membentuk telur dan masih dalam rahim induk betina. Dan setelah janin tersebut sudah terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina.

Telur tersebut kemudian langsung menetas begitu keluar dari tubuh sang induk. Contoh hewan Ovovivipar adalah ikan Hiu, beberapa jenis kadal dan beberapa jenis ular.

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

1. Hewan berambut

Rambut pada hewan berguna untuk melindungi kulit mereka. Ada hewan yang memiliki rambut yang tebal, contohnya kucing, kelinci, dan anjing. Ada pula hewan berambut tipis, misalnya sapi, kerbau, dan tikus.

2.  Hewan berbulu

Contoh hewan berbulu antara lain bebek, angsa, burung dan ayam. Bulu bebek tidak basah ketika berenang di air, karen memiliki lapisan minyak. Bulu juga membantu hewan dalam terbang.

3. Hewan bersisik

Contoh hewan bersisik adalah kadal, ular, dan cecak. Sisik ular membantunya bergerak melata di tanah. Sisik ikan membantunya bergerak di air. Sisik juga merupakan penutup tubuh hewan.Contohnya pada reptil dan ikan. Reptil adalah hewan melata. Misalnya ular, buaya dan kadal. Sisik ikan dan reptil berbeda. Sisik ikan selalu berlendir.Lendir memudahkan ikan bergerak di air. Di dalam air ikan bebas bergerak. Bergerak mencari makan dan berkembang biak. Sisik pada reptil kering tidakberlendir. Sisik ini berguna sebagai pelindung tubuh. Yaitu dari pengaruh suhu dan penguapan.

4. Hewan bercangkang


Ada hewan yang dilindungi oleh cangkang. Contohnya adalah bekicot dan siput. Cangkang merupakan zat kapur yanng keras. Cangkang melindungi bagian tubuh hewan yang lunak.

Jenis/ Macam-Macam hewan berdasarkan jenis makanannya.

Penggolongan hewan / binatang berdasarkan jenis makanannya digolongkan menjadi :

1. Hewan pemakan tumbuhan  (herbivora)
Hewan pemakan tumbuhan disebut herbivora. Herbivora ada yang makan daun-daun dan rerumputan, contohnya sapi dan kambing. Ada pula herbivora yang makan biji-bijian, contohnya burung merpati, perkutut, dan parkit. Dan ada herbivora yang makan buah-buahan. Contohnya kelelawar dan burung beo.

2. Hewan pemakan daging (karnivora)

Hewan pemakan daging disebut karnivora. Contoh hewan pemakan daging yaitu singa, harimau, burung elang dan hiu. Karnivor tidak semuanya memakan daging, adapula yang memakan serangga. Contoh hewan yang memakan serangga adalah cicak dan katak.

3. Hewan pemakan segalanya (omnivora)

Hewan pemakan segala (tumbuhan dan daging) disebut omnivora. Omnivora memakan tumbuhan dan daging hewan lain. Contoh omnivora adalah ayam, bebek, dan beruang. Ayam makan jagung, padi, dan juga cacing. Beruang makan ikan dan juga dedaunan.

Jenis / Macam-Macam Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya


Penggolongan hewan berdasarkan cara bergeraknya (bergerak untuk berpindah tempat) antara lain sebagai berikut :

1. Hewan berjalan

Hewan pejalan kaki memiliki kaki yang kuat dengan telapak kaki yang dirancang  khusus untuk berjalan. Contoh hewan yang berjalan adalah ayam, kuda dan sapi.

2. Hewan melompat

Hewan melompat memiliki kaki. Kaki belakangnya panjang dan kuat. Contohnya katak, kangguru, dan kelinci.

3. Hewan terbang


Hewan terbang dengan sayapnya. Berbagai jenis burung bergerak dengan terbang. Contoh lainnya adalah kelelawar, kupu-kupu dan lebah.

4. Hewan berenang

Hewan air bergerak dengan berenang dengan menggunakan alat geraknya masing-masing. Contohnya ikan berenang dengan menggunakan sirip dan ekornya. Anjing laut dan pinguin berenang dengan sayap dan kakinya.

5. Hewan melata

Hewan melata yaitu hewan yang bergarak dengan otot perut. Contoh ular, cacing dan lintah.

6. Hewan merayap atau merangkak

Yaitu hewan yang memiliki kaki, tetapi bukan untuk berdiri melainkan untuk mendorong tubuhnya. Saat bergerak perut hewan ini menempel pada tanah atau tempat berjalan. Contoh hewan merayap atau merangkak antara lain cicak, kadal, buaya, dan komodo.


Jenis / Macam-Macam Hewan BerdasarkanAda Tidaknya Tulang Punggung.



Berdasarkan ada atau tidak adanya tulang punggung, hewan dibedakan menjadi 2 yaitu :


1. Hewan bertulang punggung (vertebrata)



Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.

a. Pisces

Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.

Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1)      Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
2)      Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.


b. Amphibia

Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Contoh : katak sawah, salamander, kodok.

c. Reptilia

Reptilia adalah hewan melata yang mencakup tiga ordo besar yaitu :

- Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang) contohnya kura-kura, penyu, bulus.
- Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik), contoh ular.
- Crocodilia (bangsa buaya), contoh buaya dan aligator

d. Aves

Aves adalah hewan kelompok burung. Contoh aves yaitu ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.

e. Mammalia

Mammalia adalah hewan yang menyusui anaknya. Mammalia berkembangbiak dengan cara beranak/ melahirkan (vivivar). Kebanyakan mammalia hidup di darat, contoh sapi kambing, kuda. Tetapi adapula mammalia yang hidup di air, yaitu paus, dan lumba-lumba.

2. Hewan tidak bertulang punggung (invertebrata / avertebrata).

Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi  hewan bersel satu, hewan berpori, hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berkulit duri, dan hewan berkaki beruas-ruas.


a. Kelompok hewan bersel satu (Protozoa)

Berukuran sangat kecil sehingga tidak tampak dilihat dengan mata biasa. Hewan bersel satu umumnya hidup di tempat basah, misalnya di laut atau air tawar bahkan di dalam darah. Contoh : paramecium, mempunyai ukuran sekitar 0,3 mm.

b. Kelompok hewan berpori (Porifera)

Seluruh tubuhnya berlubang-lubang halus, rangkanya tersusun dari zat kapur, kersik, atau zat tanduk. Hidup di laut yang dangkal dan berair jernih, karena hidup menempel maka tidak  bisa bergerak bebas. Contoh hewan berpori adalah spon karang (bunga karang).

c. Kelompok hewan berongga (Coelenterata)

Mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Bentuk tubuhnya bisa beragam tetapi mempunyai rongga dengan mulut yang dikelilingi oleh alat peraba yang disebut tentakel. Contoh hewan berongga antara lain ubur-ubur, hidra, dan anemon laut.

d. Kelompok cacing (Vermes)

Bertubuh lunak, tidak mempunyai kaki dan rangka. Hidup di tanah dan di air tawar maupun air laut. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan.

Jenis cacing dibedakan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
- cacing beruas-ruas, contohnya cacing tanah, lintah, dan pacet.
- cacing pipih, contohnya cacing pita, cacing hati, dan planaria.
- cacing gilik, contohnya cacing perut, cacing tambang, dan cacing kremi.

e. Kelompok Hewan Lunak (Mollusca)

Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh berupa cangkang.  Contoh : kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.

f. Kelompok hewan berkulit duri ( Echinodermata)

Ciri-ciri Echinodermata antara lain seluruh tubuhnya tertutup oleh duri, tidak berkepala, dan mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton). Hewan berkulit duri mempunyai mulut yang dikelilingi oleh kaki berbentuk tabung yang mempunyai alat pengisap di bagian ujungnya. Contoh hewan berkulit duri adalah bintang laut, bulu babi, teripang, dan landak laut.

g. Kelompok hewan berkaki beruas-ruas (Arthropoda)

Arthropoda memiliki tubuh yang dilapisi oleh kulit luar yang tersusun dari zat kitin, protein dan zat kapur, membentuk rangka luar. Beberapa jenis tertentu seperti lalat dan ngengat hanya mempunyai kulit luar yang lunak, sedangkan yang lain seperti ketam dan udang laut mempunyai kulit luar yang keras.

Hewan arthropoda dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu lipan, labah-labah, udang-udangan, dan serangga.

Demikian materi Biologi tentang Penggolongan Jenis / Macam-Macam Hewan (Binatang) dan Contohnya yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat..

Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan

8:42 AM Add Comment
KEPADATAN PENDUDUK

Penduduk  adalah seseorang atau sekelompok orang yang tinggal dan menetap suatu wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Jumlah penduduk dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan (fluktuasi pertumbuhan). Fluktuasi ini dikenal dengan istilah Dinamika Penduduk

Dinamika Penduduk adalah perubahan penduduk pada suatu negara dari waktu ke waktu.

Kepadatan populasi / penduduk adalah jumlah anggota populasi (penduduk) per satuan luas lahan yang ditempati dalam kurun waktu tertentu.

Kepadatan populasi dirumuskan sebagai berikut :

Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan


Ada 3 faktor yang mempengaruhi jumlah kepadatan populasi penduduka dalam suatu negara, yaitu angka kelahiran (natalitas), angka kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi)

1. Natalitas (angka kelahiran) adalah bilangan yang menunjukan jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk per tahun.

Berikut rumus dan kriteria natalitas (angka kelahiran)

Rumus Natalitas :

Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan


Kriteria natalitas :
•    Angka kelahiran tinggi, jika lebih dari 30
•    Angka kelahiran sedang, jika antara 20 sampai 30
•    Angka kelahiran rendah, jika kurang dari 20

2. Mortalitas (angka kematian), yaitu bilangan yang menunjukan jumlah angka kematian dari tiap 1000 penduduk per tahun.

Berikut rumus dan kriteria mortalitas (angka kematian)

Kepadatan Penduduk dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan


Kriteria mortalitas :
•    Angka kematian tinggi, jika lebih dari 18
•    Angka kematian sedang, jika antara 14 sampai 18
•    Angka kematian rendah, jika antara 9 sampai 13

3. Migrasi, yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain.

Terjadinya migrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

- Kesulitan ekonomi atau gaji yang rendah di daerah asal.
- Situasi sosial-budaya.
- Kurangnya sarana dan prasarana di daerah asal.
- Kesempatan kerja dan ekonomi yang lebih baik di daerah yang akan dituju.

Jenis migrasi berdasarkan dengan prosesnya dapat dibedakan menjadi :

a. Migrasi Internal : Migrasi yang terjadi dalam suatu negara.
- Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya
- Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota
- Ruralisasi, yaitu perpindahan dari kota ke desa

b. Migrasi Eksternal : Migrasi yang terjadi antar negara.
- Imigrasi, yaitu  masuknya penduduk ke suatu negara lain dengan tujuan menetap.
- Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke suatu negara lain dengan tujuan menetap.

Peningkatan kepadatan penduduk dapat menimbulkan permasalahan, antara lain:

-    Kurang terpenuhinya kebutuhan udara bersih, air bersih, serta bahan makanan.
-    Berkurangnya lahan untuk pemukiman dan lahan pertanian.
-    Menurunnya tingkat kesehatan masyarakat.
-    Meningkatnya penderita penyakit menular dan kronis.

Untuk mengatasi kepadatan populasi manusia dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
-    Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB).
-    Meningkatkan taraf pendidikan agar masyarakat dapat mengubah sikap, pola pikir dan perilaku.
-    Menggalakkan program transmigrasi agar persebaran penduduk lebih merata.
-    Meningkatkan lapangan kerja di daerah untuk mencegah terjadinya urbanisasi
-  Mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan meningkatkan produksi pangan, melalui  program: intensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan cara bercocok tanan), ektensifikasi  (peningkatan produksi pertanian melalui perluasan lahan), diversifikasi (penganekaragaman jenis makanan), dan mencari sumber makanan baru,

PENGARUH KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP LINGKUNGAN

Kepadatan populasi di suatu daerah dapat mempengaruhi kualitas penduduknya. Pada daerah yang padat, usaha peningkatan kualitas penduduk lebih sulit dilaksanakan. Hal ini menimbulkan permasalahan social, ekonomi, keamanan, kesejahteraan, ketersediaan lahan, air bersih, kebutuhan pangan, dan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Coba bandingkan tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan. Tentu tingkat pencemaran udara di daerah perkotaan lebih tinggi. Kepadatan populasi berpengaruh terhadap beberapa aspek yang berkaitan dengan kehidupan manusia antara lain sebagai berikut :

1. Ketersediaan Udara Bersih
Udara bersih adalah kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin tinggi jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang dibutuhkan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang memakai bahan bakar fosil (bensin, solar, minyak bumi, dan batu bara) mengakibatkan kadar karbondioksida ( CO2 ) dan karbon monoksida ( CO ) di udara meningkat. Beberapa kegiatan industri menghasilkan gas-gas pencemar yang berbahaya seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan karena  pembakaran tak sempurna.

2. Ketersediaan Pangan

Agar mampu bertahan hidup, manusia memerlukan makanan. Dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk, maka jumlah makanan yang dibutuhkan juga meningkat. Terjadinya ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah penduduk dengan bertambahnya produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya dapat terjadi kekurangan gizi atau bahkan kekurangan bahan pangan. Sebagian besar lahan di kota yang semestinya untuk pertanian malah digunakan untuk lahan pembangunan pabrik, perumahan, kantor, dan pusat perbelanjaan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kota sangat tergantung dengan tersedianya hasil pertanian pangan dari desa. Dengan demikian kenaikan jumlah penduduk, secara otomatis akan meningkat pula kebutuhan pangan.

3. Ketersediaan Lahan

Kepadatan populasi manusia mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk pemukiman, sarana penunjang kehidupan, industri, tanah pertanian, dan lainnya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan menggunakan lahan pertanian yang produktif untuk membangun pemukiman dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan, sehingga mengakibatkan menurunnya produksi pangan. Selain itu, untuk membangun kawasan industri, perkebunan, dan pertanian sering dilakukan dengan cara membuka hutan. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sebenarnya kegiatan itu dapat merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.

4. Ketersediaan Air Bersih

Meskipun 2/3 dari luasan bumi berupa perairan, namun tidak semua air tersebut dapat digunakan secara langsung. Oleh karena itu persediaan air bersih yang terbatas bisa menyebabkan masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industri, untuk kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan lainnya. Jumlah penduduk yang meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan yang dapat mencemari air.

Pembuatan sumur artesis untuk keperluan industri dan kompleks perumahan mengakibatkan sumur-sumur tradisional mengering. Disamping itu, kawasan pemukiman penduduk yang padat biasanya hanya tersedia sedikit kawasan terbuka yang berfungsi untuk daerah serapan air hujan. Kawasan yang tertutup rapat oleh aspal dan beton membuat air tidak dapat meresap ke lapisan tanah, sehingga saat turun hujan, air hujan  akan mengalir begitu saja melalui permukaan tanah. Akibatnya cadangan air di dalam tanah semakin lama semakin berkurang sehingga pada musim kemarau sering kekurangan air bersih.

5. Pencemaran lingkungan

Kegiatan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya sering mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan. Contoh, untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan bahan baku kertas, maka pohon di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan perkebunan dan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/ lahan gambut dikeringkan. Guna mempercepat transportasi, dibuat bermacam-macam kendaraan bermotor. Guna memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil.

Jika tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh diatas lama-lama akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat mengurangi bahkan menghilangkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Bila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena minimnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang secara sembarangan, misalnya di sungai. Akibatnya air sungai menjadi tercemar. Kebutuhan transportasi juga meningkat sehingga jumlah kendaraan bermotor bertambah banyak. Hal ini dapat mengakibatkan  polusi udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.


Demikian artikel tentang Kepadatan Populasi Penduduk dan Pengaruhnya terhadap ketersediaan air bersih, pangan, lahan, udara bersih, dan pencemaran lingkungan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat 

PENGERTIAN HUTAN HUJAN TROPIS

2:08 PM Add Comment
Pengertian Hutan Hujan Tropis atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropika adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan-hutan ini didapati di Asia, Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest.

Hutan hujan tropis merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai "farmasi terbesar dunia" karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.

Hutan Hujan Tropis

Pengertian Hutan Hujan Tropis menurut  http://id.answers.yahoo.com adalah hutan yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, atau hutan dengan pohon-pohon yang tinggi. sedangkan Hutan gugur temperata adalah hutan yang meliputi daerah beriklim temperata dengan garis lintang.

Pengertian Hutan Hujan Tropis adalah hutan alam yang terletak di antara garis 23°27" Lintang Utara dan 23°27" Lintang Selatan, berada pada daerah iklim tropis. Hutan Tropis terdapat di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian Utara, sebagian besar wilayah Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan. Luas dari daerah tropis mencakup 30 persen dari keseluruhan wilayah di permukaan bumi.

Di daerah hutan tropis hanya terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan curah hujan yang tinggi. Berbeda dengan daerah sub tropis atau temperate yang mempunyai empat musim yaitu musim panas (summer), musim gugur (autum), musim dingin (winter) dan musim semi (spring).