Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Pengertian, Unsur, Ciri, Macam-Macam, Serta Tujuan dari Debat

1:15 PM Add Comment
Pengertian Debat

Berikut beberapa definisi atau pengertian debat menurut para ahli
1.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

2.  Menurut Hendri Guntur Tarigan (Retorika 1990:120), definisi debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

3. Menurut G. Sukadi, arti dari debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan.

4. Menurut ensiklopedia  bebas Wikipedia, definisi debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.

 

Unsur-unsur Debat


Di dalam suatu debat terdapat beberapa unsur, antara lain yaitu :
  • Mosi, yaitu hal atau topik yang diperdebatkan.
  • Tim Afirmatif yaitu tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan (mosi).
  • Tim Negatif / Oposisi yaitu tim yang tidak setuju / menentang mosi.
  • Tim Netral yaitu tim yang memberikan argumen 2 sisi, baik dukungan maupun sanggahan terhadap mosi.
  • Moderator yaitu orang yang memimpin dan memandu jalannya debat.
  • Penulis yaitu orang yang menulis kesimpulan suatu debat.
Debat : Pengertian, Unsur, Ciri, Macam-Macam, Tujuan

Ciri-ciri Debat


Ciri-ciri debat antara lain sebagai berikut :

- Terdapat dua sudut pandang, yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui mosi / topik) dan negatif atau oposisi (pihak yang tidak menyetujui topik),
- Adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak,
- Adanya saling adu argumentasi atau pendapat yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan,
- Adanya sesi tanya jawab yang bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan,
- Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.

 

Jenis / Macam-Macam Debat


1.  Debat parlementer / majelis (assembly or parliamentary debating)

Merupakan debat yang bertujuan memberi dan menambah dukungan bagi undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya; debat parlementer merupakan ciri badan legislatif.

2. Debat pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)

Merupakan debat yang bertujuan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu dan yang lainnya berhubungan erat, yang menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh sang penanya; debat pemeriksaan ulang adalah suatu tehnik yang dikembangkan dikantor-kantor pengadilan.
3. Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan (formal, conventional, or education debating)

Merupakan debat yang bertujuan untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada para pendengar sejumlah argumen yang menunjang atau yang membantah suatu usul; debat formal didasarkan pada konversi-konversi debat bersama secara politis.

 

Etika / Norma dalam Berdebat dan Bertanya


1.      Etika / norma dalam Berdebat
a)      Pengetahuan yang baik tentang pokok  pembicaraan;
b)      Kompetensi atau kemampuan dalam menganalisis;
c)      Pengertian mengenai prinsip-prinsip argumentasi;
d)     Apresiasi terhadap kebenaran fakta-fakta;
e)      Kecakapan menemukan buah pikiran yang keliru dengan penalaran;
f)       Keterampilan dalam pembuktian kesalahan;
g)      Pertimbangan dalam persuasi; serta
h)      Keterarahan, kelancaran, dan kekuatan dalam cara/ penyampaian pidato.

2.      Etika / norma dalam Bertanya
a)      Mengetahui segala sesuatu secara sempurna sebelum mengajukan pertanyaan.
b)      Bersungguh-sungguh mencari informasi
c)      Jangan meguji pembicara
d)     Singkat dan tepat
e)      Jangan berbelit-belit
f)       Bersihkan pertanyaan dari prasangka emosional
g)      Ajukan pertanyaan-pertanyaan dengan sikap wajar
h)      Pertanyaan kita harus memiliki tujuan
i)       Ajukan pertanyaan-pertanyaan khusus
j)       Hindarkan jauh-jauh cara berfikir yang tidak masuk akal.

Debat Dalam Pandangan Islam


Dalam kehidupan sehari-hari tentu sering terjadi permasalahan dan perbedaan pendapat. Dan perbedaan pendapat tersebut biasanya akan memicu perdebatan. Bolehkah kita berdebat, bagaimana pandangan agama Islam tentang berdebat? Berikut beberapa hadits tentang debat :

Nabi Muhammad SAW bersabda "Saya menjamin rumah di surga bawah, bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar; dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan berdusta, sekalipun untuk bercanda; serta rumah di surga atas bagi orang yang bagus akhlaknya." (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh Imam Al Albani).

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa lebih baik kita menghindari perdebatan, meskipun kita merupakan pihak yang benar. Apalagi kalau debat yang kita lakukan itu debat yang tercela yaitu debat tanpa dasar ilmu. Salah satu akibat suka berdebat yang tercela adalah menghilangkan keberkahan ilmu.

Debat secara umum akan menghilangkan berkah. Telah disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِمُ

“Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari, no. 4523; Muslim, no. 2668)

Yang dimaksud orang yang paling dibenci di sini adalah orang yang berdebat dengan cara yang keras.

Secara umum, orang yang suka berdebat (yang tercela) akan menghilangkan keberkahan pada ilmunya. Karena orang yang menjatuhkan diri dalam perdebatan (yang tercela) tujuannya hanya ingin dirinya menang. Itulah sebab, hilangnya berkah ilmu pada dirinya.

Oleh karena itu, siapa saja yang berdebat hanya untuk cari menang, maka ia tidak diberi taufik dan tidak mendapatkan keberkahan ilmu. Adapun yang berdebat (berdiskusi) karena ingin meraih ilmu dan ingin meraih kebenaran serta menyanggah kebatilan, maka itulah yang diperintahkan. Hal ini disebutkan dalam ayat,
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)

Demikian artikel tentang Debat meliputi pengertian, unsur, ciri-ciri, macam-macam debat, etika atau norma dalam berdebat, serta pandangan agama islam tentang debat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat..

Pengertian, Macam-Macam Majas dan Contohnya Lengkap

9:49 AM Add Comment
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan materi Bahasa Indonesia tentang Majas (gaya bahasa), meliputi pengertian, jenis atau macam-macam majas, dan contohnya dalam kalimat. Secara umum, majas terbagi 4 macam yaitu Majas Perbandingan, Majas Pertentangan, Majas Sindiran, dan Majas Penegasan. Baiklah mari kita bahas selengkapnya..

Pengertian Majas


Majas atau gaya bahasa adalah bahasa kiasan yang di gunakan untuk mempercantik  susunan kalimat yang bertujuan menimbulkan kesan imajinatif serta mampu menciptakan efek-efek tertentu baik itu melalui lisan atau tertulis untuk pembaca dan pendengarnya.

Kita pasti sering menemukan penggunaan majas ketika kita membaca karya sastra tulis seperti   Puisi, pantun, novel, cerpen, hikayat, maupun dalam suatu artikel. Penggunaan majas dalam sebuah karya sastra bertujuan untuk membuat karya sastra tersebut semakin bagus, berkualitas, dan semakin hidup.


Pengertian, Macam-Macam Majas dan Contohnya Lengkap

Jenis / Macam-Macam Majas Beserta Contohnya.


Secara umum, majas (gaya bahasa) terbagi dalam 4 jenis, yaitu :

1. Majas Perbandingan
2. Majas Pertentangan
3. Majas Sindiran
4. Majas Penegasan


Untuk lebih jelasnya, marilah kita bahas keempat jenis majas tersebut satu-persatu ya..

A. Majas Perbandingan


Pengertian Majas Perbandingan majas yang menyatakan perbandingan 2 hal atau lebih yang memiliki kesetaraan tingkat. Majas perbandingan biasanya berupa kiasan yang ditujukan untuk meningkatkan kesan yang didapat oleh pembaca atau pendengarnya.

Majas Perbandingan dibedakan menjadi 8 (delapan) macam. Berikut jenis / macam-macam majas perbandingan beserta contoh dalam kalimat.

1) Majas Perumpamaan (Asosiasi)

Majas perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, ibarat, bak, seperti, laksana, dan lain sebagainya. Majas perumpamaan sering disebut juga dengan majas asosiasi.

Berikut ini beberapa contoh Majas Asosiasi :

a) Tekadnya kuat bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya sangat cantik bagaikan bidadari.
d) Mereka berdua sangat mirip ibarat pinang dibelah dua.
e) Senyumanmu manis seperti gula jawa.

2) Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Majas metafora juga diartikan sebagai suatu majas yang dibuat dengan frase yang secara implisit tidak berarti, namun eksplisit dapat mewakili suatu maksud lain yang didasari pada perbandingan atau persamaan.


Pemakaian kata atau kelompok kata dalam majas metafora bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.

Contoh Majas metafora antara lain :

a)      Anakku itu adalah satu-satunya harta karunku. (harta karun = sangat berharga)
b)      Kemarin malam, pasar di desaku ludes dilalap si jago merah.
c)      Maria selalu menjadi bintang kelas.
d)      Tikus berdasi mulai kebakaran jenggot mengetahui kroninya tertangkap.
e)      Di kelas, ia menjadi anak emas.

3) Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

Beberapa Contoh Majas personifikasi antara lain:

a) Angin puting beliung mengamuk memporak-porandakan kota.
b) Ombak laut berkejaran ke tepi pantai.
c) Laptop tua inilah yang selalu setia menemaniku.
d) Peluit wasit menjerit panjang menjadi pertanda pertandingan telah usai.
e) Matahari ikut tersenyum menyaksikan terlaksananya pernikahannya.

4) Majas Alegori

Majas alegori adalah majas yang digunakan untuk menjelaskan maksud tertentu secara tidak langsung (non harfiah) namun masih saling berkaitan. Majas ini menjelaskan suatu hal secara tersirat menggunakan perbandingan hal lain. Majas ini irip dengan majas metafora,  tetapi membandingkan secara keseluruhan / utuh.  Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Contoh Majas Alegori:

•    Berumah tangga itu diumpamakan seperti mengarungi samudra dengan bahtera, terkadang dijumpai indahnya panorama yang begitu mempesona tapi tidak jarang terkena hantaman ombak dan badai menerpa, membuat guncangan dahsyat ke kita.
•    Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
•    Dunia ini bagaikan tumbuhan hijau yang mampu menyihir mata setiap manusia yang memandangnya. Sangat menakjubkan dan begitu indah. Tapi lambat laun ia akan menguning kering yang pada akhirnya musnah
•    Otak manusia laksana mata pisau, semakin dipakai semakin tajam dan membuatnya semakin disegani manusia. Namun jika dibiarkan tergeletak begitu saja, lambat laun akan tumpul, mengarat dan tidak lagi menyilaukan.

5) Majas Simbolik

Pengertian Majas simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang. Pada umumnya simbol yang digunakan dalam majas ini sudah dengan mudah dipahami oleh banyak orang.

Contoh Majas simbolik antara lain :

a)   Semua juga tahu kalau dia adalah buaya darat.
b)   Persoalan itu kini masuk ke meja hijau.
c)   Kamu itu seperti bunglon. (bunglon, lambang orang yang tidak berpendirian)
d)   Ia adalah seorang bunga desa di kampungku.
e)   Ia menjadi kambing hitam atas kekalahan tim.

6) Majas Metonimia

Majas metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut. Mudahnya, seperti menggunakan merk atau nama khusus suatu benda sebagai pengganti nama benda lain yang lebih umum.

Contoh Majas metonimia antara lain :
a) Di kantongnya selalu terselib sebungkus Djarum. (maksudnya rokok Djarum)
b) Siti membeli 4 botol Aqua untuk tamunya. (Air minum)
c) Besok, aku akan pergi ke Surabaya naik Garuda (maksudnya pesawat)

7) Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Terdapat dua jenis majas ini, yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem pro parte.

a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

Contoh :
-  Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
-  Untuk dapat menyaksikan laga final nanti, per kepala wajib membayar Rp. 200.000,-

b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
-  Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0.
-  Semoga saja Indonesia menjadi juara umum dalam Sea Game nanti.

8) Majas Simile

Majas simile adalah majas yang membandingkan secara eksplisit (jelas) antara dua hal dengan menggunakan kata penghubung,layaknya, ibarat, umpama, bak, bagai dan lain sebagainya. Dilihat sekilas majas ini mirip dengan majas perumpamaan / asosiasi.

Contoh Majas Simile antara lain :

a)    Senyumanmu sungguh indah bagaikan bunga yang bermekaran.
b)    Raisa begitu cantik bak bidadari dari surga.
c)    Sejuknya perkataan ibu bagaikan embun di pagi hari.
d)    Mereka seperti anjing dan kucing, tak pernah akur.
e)    Mereka bagaikan keyboard dan mouse yang saling melengkapi
 

B. Majas Pertentangan


Majas pertentangan adalah majas yang biasa digunakan untuk menyatakan suatu hal yang sebenarnya dengan istilah yang berlawanan. Penggunaan majas pertentangan ditujukan untuk mendapatkan kesan yang diterima oleh pembaca atau pendengar tentang hal yang disampaikan.

Majas Pertentangan dibedakan menjadi 4 (empat) macam. Berikut jenis / macam-macam majas pertentangan beserta contoh dalam kalimat.

1) Majas Antitesis

Majas antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh Majas Antitesis :

a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival barongan di kota Blora.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan, karena yang membedakan adalah ketaqwaan seseorang.
c) Besar kecilnya rejeki tetap wajib kita syukuri

2) Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada. Di antara macam macam majas lainnya, majas paradoks adalah majas yang cukup sering dijumpai dalam sebuah roman atau novel.

Berikut adalah beberapa contoh majas paradoks :

a) Aku merasa sepi di tengah hiruk pikuk di kota ini.
b)  Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh Majas Hiperbola antara lain:

a) Harga ponsel canggih itu mencekik leher.
b) Jeritan hatiku terdengar sampai langit ketujuh.
c) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
d) Cintaku padamu setinggi gunung Himalaya.
e) Aku akan terus mencarimu meski ke ujung dunia.

4) Majas Litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang dikecilkan atau direndahkan daripada kenyataannya. Tujuan penggunaan majas ini adalah cara untuk merendahkan diri dihadapan pembaca atau pendengarnya.

Contoh Majas Litotes :

a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Aku yang bodoh ini hanya dapat mengajarkan ini.
c) Aku akan sangat senang bila kamu sudi ke gubuk tua kami ini.

C. Majas Sindiran


Majas Perbandingan ialah majas yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

Majas sindiran dibedakan menjadi 3 (tiga) macam. Berikut jenis / macam-macam majas sindiran beserta contoh dalam kalimat :

1) Majas Ironi

Majas Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.

Berikut beberapa contoh Majas Ironi :

a) Ia benar-benar anak yang rajin, tugas dari gurunya menggunung tak tersentuh.
b) Bagus sekali tulisanmu itu,  sampai aku tak dapat membacanya.
c) Ia memang karyawan teladan, jam segini baru datang.
d) Bagus sekali perkataanmu, ia pasti sakit hati mendengar ini.

2) Majas Sinisme

Majas  Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.

Contoh Majas Sinisme :

a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Aku bangga mendapat nilai 7 dengan kerja kerasku sendiri, daripada kamu mendapat nilai 10 dengan cara curang.
c) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Majas Sarkasme

Majas Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh Majas Sarkasme :
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi sana!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
c) Kau memang manusia berhati iblis, aku menyesal pernah mengenalmu.

Pengertian, Macam-Macam Majas (Gaya Bahasa)

D. Majas Penegasan


Majas Penegasan ialah majas yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

Majas Penegasan dibedakan  menjadi 7 (tujuh) macam. Berikut ini macam-macam majas penegasan dan contohnya dalam kalimat :

1) Majas Pleonasme

Majas Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh Majas Pleonasme :

a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
c) Cepat turun ke bawah, atau kamu tak mendapat jatah makan.
d) Ayah membelikan kami beraneka ragam macam buah.
e) Dinda riang gembira karena ia diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

2) Majas Repetisi


Majas Repetisi adalah majas pengulangan suatu kata dalam beberapa frasa dengan tujuan menegaskan suatu maksud.

Contoh Majas Repetisi :

a) Engkaulah yang kutunggu, engkaulah yang kunanti, engkaulah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
c) Dia, dia dan dia saja yang ada dalam pikiranku saat ini.
d) Siti terus belajar, belajar dan belajar karena ingin mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.

3) Majas Paralelisme

Majas Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya digunakan untuk penegasan makna frase di dalam puisi.

Contoh Majas Paralelisme :

Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban.

4) Majas Tautologi

Majas Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh Majas Tautologi :

a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Betapa sepi malam ini, betapa sunyi pengharapan ini
c) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
d) Kau memang pintar, kau memang cerdas, kau memang cerdik.
e) Hancur-lebur hatiku, setelah kau putuskan hubungan ini.

5) Majas Klimaks

Majas Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

Contoh Majas Klimaks :

a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri untuk membeli minyak.
b) Ketua RT, RW, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.
c) Harga souvenir di toko itu bervariasi dari puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan rupiah.

6) Majas Antiklimaks

Majas Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang makin lama menurun.

Contoh Majas Antiklimaks :

a) Kepala sekolah, guru, dan siswa melaksanakan upacara dengan hikmad.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI yang ke-72.
c) Baju tersebut tersedia dalam ukuran XXL, XL, L, M hingga S.
d) Tak peduli kamu tua, muda, atau anak-anak sekalipun, merokok itu berbahaya bagi kesehatan.

7) Majas Retorik


Majas Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh Majas Retorik:

a) Kata siapa cita-cita dapat terwujud cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selalu kau bangga-banggakan ?
c) Apa iya kamu tak mencintainya, sedangkan sorot matamu telah mengatakannya?
d) Benarkah kau tak butuh uang ini, sedang kebutuhanmu begitu banyak?


Demikian materi Bahasa Indonesia tentang Majas (gaya bahasa), meliputi pengertian, jenis atau macam-macam majas, dan contohnya dalam kalimat yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat membantu..

46 Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya

9:35 AM Add Comment
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang 46 Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya. Oke langsung saja, ini dia....

1.    Arsitek, tugas :  merancang desain suatu bangunan.
2.    Apoteker, pekerjaannya yaitu melayani dan mengawasi peracikan dan penyerahan obat, memberikan informasi yang berkaitan dengan penggunaan obat.
3.    Akuntan, pekerjaannya adalah melakukan pembukuan keuangan.
4.    Aktor (laki-laki) /  Aktris (perempuan), memerankan suatu tokoh dalam film, sinetron, dll
5.    Atlet, bertanding dalam suatu turnamen / pertandingan olahraga.

Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya


6.    Bidan, tugas merawat ibu hamil, membantu persalinan, dan merawat bayi yang baru lahir.
7.    Dokter, tugas memeriksa pasien, memberikan obat yang sesuai, memberi arahan, imbauan dan larangan kepada pasien agar pasien cepat sembuh, dll.
8.    Dosen, tugas : mengajar mahasiswa di perguruan tinggi.
9.    Direktur, tugas memimpin / memberikan arahan kepada karyawannya dalam melakukan pekerjaan suatu perusahaan, melakukan evaluasi, dll.
10.    Desainer, membuat desain atau rancangan baju.
11.    Guru, pekerjaannya adalah mengajar atau mendidik siswa / murid di sekolah.
12.    Hakim, tugas membuat keputusan untuk menjatuhkan hukuman atau membebaskan seorang terhadap terdakwa / termohon dalam persidangan sesuai hukum yang berlaku.
13.    Jaksa, tugas mengajukan tuntutan kepada terdakwa (terdakwa = orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum)
14.    Kasir, tugasnya adalah melayani pembayaran atas pembelian barang atau jasa seperti di toko, kafe, rumah sakit, dll.
15.    Kondektur, membantu sopir dalam pengoperasian angkutan umum.
16.    Koki, tugas memasak di suatu rumah makan, restoran, kafe, dll.

Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya

17.    Karyawan, melakukan pekerjaan sesuai bidangnya di suatu perusahaan tempatnya bekerja.
18.    Masinis, tugas menjalankan kereta api.
19.    Model, tugas memperagakan / menampilkan dan mempromosikan pakaian mode atau produk lainnya untuk tujuan iklan atau promosi atau yang berpose untuk karya seni.
20.    Nelayan, kegiatannya yaitu menangkap ikan untuk dijual.
21.    Novelis, menulis novel.
22.    Nakhoda, tugas menjalankan kapal.
23.    Pegawai Negeri Sipil, tugas melakukan pelayanan publik atau tugas lainnya sesuai dengan instansi masing-masing.
24.    Penyanyi, bernyanyi dalam suatu pertunjukan musik atau dalam studio (perekaman lagu)
25.    Pengacara, memberikan bantuan hukum / melakukan pembelaan kepada seorang terdakwa dalam persidangan.
26.    Programmer, tugas membuat suatu program / software / perangkat lunak / aplikasi dalam komputer.
27.    Polisi, tugas menjaga ketertiban dalam lingkungan, mengatur lalu lintas, mencegah dan menangani suatu tindak kejahatan, dll.

Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya

28.    Pramugari, tugas melayani atau membantu dan mengarahkan penumpang dalam pesawat terbang.
29.    Programmer, tugas membuat program atau aplikasi atau software komputer.
30.    Perawat, tugas membantu dokter dalam merawat pasien.
31.    Penerjemah, tugas menerjemahkan suatu bahasa tertentu ke dalam bahasa lainnya.
32.    Pilot, tugas menjalankan pesawat terbang.
33.    Pramusaji, tugas menghidangkan makanan / minuman di restoran / rumah makan.
34.    Presiden, memimpin pemerintahan dalam suatu negara.
35.    Penari, tugas menari dalam suatu pertunjukan.
36.    Pemadam Kebakaran, memadamkan api jika terjadi kebakaran.
37.    Pelayan, tugas melayani tamu.
38.    Petani/Pekebun, tugas menggarap lahan atau tanah pertanian/perkebunan untuk menghasilkan produk pertanian/perkebunan seperti padi, jagung, teh, kopi, sayuran, dll.
39.    Resepsionis, tugas menerima tamu.
40.    Satpam, tugas menjaga keamanan suatu area, misal rumah, kantor, kompleks, dll
41.    Seniman, berkreasi dalam bidang seni, mengadakan pertunjukan atau pameran seni, dll.
42.    Sopir, tugas menjalankan kendaraan darat, seperti mobil, bus, truk, dll
43.    Sekretaris, membantu pimpinan dalam melakukan pekerjaan dalam suatu perusahaan
44.    Tentara, tugas menjaga keamanan negara, berperang, membantu penanganan bila terjadi bencana bila diperlukan.
45.    Video-editor, pekerjaannya adalah mengedit video.
46.    Wartawan, tugas mencari dan melaporkan berita / suatu peristiwa yang penting atau menarik.

Demikian artikel tentang 46 Jenis/ Macam-Macam Profesi & Pekerjaan dan Tugasnya yang dapat kami bagikan. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan karena keterbatasan pengetahuan penulis...

Misi dan Tujuan Belanda Datang Ke Indonesia

11:27 AM Add Comment

           Misi dan Tujuan Bangsa Belanda ke Indonesia

Tujuan utama kedatangan Belanda ke Indonesia adalahuntuk mencari rempah-rempah. Sejak masa kerajaan-kerajaan baik Hindu-Budha maupun Islam, Nusantara terkenal dengan daerah penghasil rempah-rempah. Rempah yang dihasilkan antara lain lada, cengkeh, kunyit dan pala. Hasil rempah-rempah ini merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan bangsa barat khususnya Belanda. Rempah-rempah tersebut digunakan untuk ramuan penghangat badan maupun sebagai obat-obatan. 
Belanda
Tujuan lain mengenai kedatangan Belanda di Indonesia adalah karena Indonesia memiliki wilayah yang strategis, yakni sebagai jalur perdagangan Internasional antara pedagang-pedagang dari Asia maupun Eropa yang melewati selat malaka maupun pesisir pantai utara Pulau Jawa. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya monopoli perdagangan di Indonesia.
Penduduk di Indonesia merupakan mayoritas Islam. Sejak keberhasilan dakwah Islam Nusantara, berbagai sendi kehidupan dipengaruhi oleh Islam. Dan tidak dapat disangkal, keberadaan kesultanan Islam di Indonesia pada masa lampau mempertegas eksistensi Islam di Indonesia.
Keberadaan kesultanan Islam menjadikan Islam sebagai pemberi warna kehidupan sehari-hari masyarakat  di Nusantara. Peninggalan peradaban baik fisik maupun non-fisik menjadi bukti bahwa Islam merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan.
Pada akhir abad XVIII M, eksistensi Islam goyah. Kedatangan kolonial Belanda, yang diawali dengan VOC, segera langsung berdampak terhadap eksistensi Islam.[1]
Ada 3 tujuan dari kedatangan Belanda:
1.    Untuk mendapatkan keuntungan ekonomi
2.    Untuk mendapatkan  kekuatan politik,yaitu menguasai wilayah Indonesia
3.    Untuk menyebarkan ideology dan keagamaan
Ketiga macam tujuan tersebut secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut:
Tujuan yang bersifat ekonomi dari kedatangan Belanda ke Indonesia dimulai tahun 1595, yaitu berupa armada kapal dagang yang diutus oleh Perseroan Amsterdam. perseroan tersebut bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie ( VOC ) setelah itu menyusul  kemudian angkatan kedua tahun 1598 dibawah pimpinan Van Nede, Van Heemskerrck, dan Van Warwijck. Dalam wakyu singkat VOC sudah menguasai perdagangan di Indonesia, khususnya wilayah Banten, Maluku, Selat Bali, Ambon, dan Tidore.
Tujuan ekonomi, dan politik telah tercapai oleh Belanda. Tujuan ini ditambah dengan tujuan bersifat ideologi dan keagamaan,yaitu tujuan untuk menanmakan budaya dan agama yang berkembang di Belanda dan Indonesia. Budaya hidup berfoya-foya, berpakaian, cara berfikir,cara berbuat, dan sikap tidak peduli pada masa depan Indonesia sangat ditanamkan oleh pemerintahan Belanda melalui berbagai cara, antara lain melalui kegiatan pendidikan. Demikian pula agama yang mereka anut, yaitu Kristen Katolik mereka sebarluaskan di Indonesia dengan cara mengirim para misionaris ke berbagai daerah di Indonesia yang didukung dengan dana dan fasilitas yang memadai, dengan mendirikan gereja, dan membatasi kegiatan keagamaan islam yang telah berkembang di Indonesia.
 Tujuan kedatangan pemerintah Belanda ke Indonesia sering diungkapkan dengan istilah 3G, yaitu Gold, Glory, dan Gospel. Gold berarti  emas, berkaitan dengan tujuan ekonomi. Gospel berarti Injil atau Kitab suci adalah berkaitan dengan misi penyebaran agama kristiani, dan Glory yang berarti kejayaan yaitu berkaitan dengan penguasaan dalam bidang politik dan kekuasaan, yakni bahwa Indonesia termasuk ke dalam wilayah kekuasaan pemerintahan Belanda yang berpusat di New Derland. Kebenaran misi ini dapat dilihat dari pernyataan yang terdapat dalam dokumen VOC yang menyatakan "Badan ini harus berniaga di Indonesia dan bila perlu boleh berperang serta harus memerhatikan penyebaran agama Islam dengan mendirikan sekolah." Sehubungan dengan ketentuan ini, Gubernur Van den Cappelen pada tahun 1819 M, merencanakan berdirinya sekolah dasar bagi penduduk pribumi agar dapat membantu pemerintahan Belanda. Disamping untuk menyebarkan agama Kristen, juga agar bangsa Indonesia dapat membaca sehingga dapat mematuhi undang-undang dan peraturan yang dibuat oleh pemerintahan Belanda. Sementara itu, pendidikan agama Islam baik yang dilaksanakan di mushala, masjid, pesantren, dan madrasah dianggap tidak ada gunanya, karena sama sekali tidak membantu pemerintahan Belanda, serta tidak kaitannya sama sekali dengan kemajuan pembangunan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Lebih dari itu, Belanda menganggap bahwa agama Islam justru sebagai faktor penghambat dan penghalang bagi kemajuan dan kepentinngan Belanda.
Selanjutnya kolonial Belanda memperlakukan umat Islam sejajar dengan pribumi. Sekolah untuk mereka terbatas hanya sekolah di Desa. Padahal Islam adalah agama mayoritas penduduk pribumi. Sedangkan penduduk beragama selain Islam, khususnya Kristen (Ptotestan dan Katolik) diperlakukan sama dengan orang Eropa. Keadaan ini membekas dalam hati umat Islam. Keadaan yang dialami penduduk pribumi pada dasarnya adalah keadaan umat Islam. Di samping itu, kolonial Belanda selalu menempatkan Islam sebagai musuh untuk kolonialisme maupun untuk usaha menyebarkan agama Nasrani.





[1] Machfud syefudin,dkk, Dinamika peradaban Islam, (Yoyakarta: Pustaka Ilmu, 2013),

Tahapan Katabolisme Karbohidrat Respirasi Aerob dan Anaerob

2:26 PM Add Comment
Metabolismedalam makhluk hidup dapat dibedakan menjadi katabolisme dan anabolisme. Pengertian Katabolisme adalah proses penguraian atau pemecahan senyawa organik kompleks menjadi senyawa sederhana. Dalam proses katabolisme, terjadi pelepasan energi sebagai hasil pemecahan senyawa-senyawa organik kompleks tersebut. Adapun anabolisme adalah proses pembentukan atau penyusunan senyawa organik sederhana menjadi senyawa kompleks. Kebalikan dari katabolisme, proses anabolisme ini memerlukan energi. Kali ini akan dibahas mengenai proses katabolisme.
Metabolisme

Contoh dari proses katabolisme adalah respirasi selular. Berbeda dengan pengertian respirasi pada umumnya (proses pengikatan O2 ), respirasi selular diartikan sebagai jalur katabolik (penghasil energi) dengan cara: melepaskan energi yang tersimpan dengan memecah molekul kompleks (karbohidrat, lemak dan protein).

Respirasi selular terjadi pada semua sel tubuh hewan maupun tumbuhan terutama di mitokondria. Pada respirasi selular, molekul glukosa (karbohidrat) dan bahan makanan lain diuraikan atau dipecah menjadi karbon dioksida (CO2 ), air (H2O), dan energi dalam bentuk ATP. Berdasarkan keterlibatan oksigen dalam prosesnya, respirasi selular terbagi menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob.
Apakah Anda tahu perbedaannya?

Jika tidak langsung kita bahas bersama.

1. Respirasi Aerob

Respirasi aerob adalah proses respirasi yang menggunakan oksigen. Secara sederhana, proses respirasi aerob pada glukosa dituliskan sebagai berikut.



Apakah respirasi aerob terjadi sesederhana reaksi ini?. Tentusaja tidak, Proses respirasi aerob ini melewati tiga tahapan, yaitu:

a. Glikolisis,
b. Siklus Krebs, dan
c. Rantai transfer elektron.

Bagaimana proses terjadinya di ketiga tahapan tersebut.? Langsung saja kita bahas bersama...

a. Glikolisis

Glikolisismerupakan serangkaian reaksi yang terjadi di sitosol pada hampir semua sel hidup. Pada tahap ini, terjadi pengubahan senyawa glukosa dengan 6 atom C, menjadi dua senyawa asam piruvat dengan 3 atom C, serta NADH dan ATP. Tahap glikolisis belum membutuhkan oksigen.
Glikolisis yang terdiri atas sepuluh reaksi, dapat disimpulkan dalam dua tahap:

  • Reaksi penambahan gugus fosfat. Pada tahap ini digunakan duamolekul ATP (terjadi pada fase investasi energy yang mencakup lima langkah pertama).
  • Gliseraldehid-3-fosfat diubah menjadi asam piruvat. Selain itu, dihasilkan 4 molekul ATP dan 2 molekul NADH (fase pembayaran energy mencakup lima langkah berikutnya).




Pada tahap glikolisis dihasilkan energi dalam bentuk ATP sebanyak 4 ATP. Namun karena 2 ATP digunakan pada awal glikolisis maka hasil akhir energi yang didapat adalah 2 ATP.

b. Siklus Krebs

Siklus asam sitratjuga disebut siklus as.trikarboksilat atau yang sering kita sebut Siklus Krebsdijelaskan pertama kali oleh Hans Krebs pada sekitar 1930-an. Dalam siklus Krebs, satu molekul asetil KoA akan menghasilkan 4 NADH, 1 GTP, dan 1 FADH. GTP (guanin trifosfat) merupakan salah satu bentuk molekul berenergi tinggi. Energi yang dihasilkan satu molekul GTP setara dengan energi yang dihasilkan satu molekul ATP. Molekul CO2  juga dihasilkan dari siklus Krebs ini. Karena satu molekul glukosa dipecah menjadi dua molekul.

Siklus ini merupakan tahap kedua dalam respirasi aerob dan terjadi di matriks mitokondria.Siklus ini melibatkan 2 siklus untuk memetabolisme glukosa, yaitu tiap satu siklus untuk satu asetil ko.A.

Siklus ini dimulai dari dua molekul asam piruvat hasil dari glikolisis yang ditransportasikan dari sitoplasma ke dalam mitokondria, tempat terjadinya siklus Krebs. Akan tetapi, asam piruvat sendiri tidak akan memasuki reaksi siklus Krebs tersebut. Asam piruvat tersebut akan diubah menjadi asetil koenzim A (asetil koA). Tahap pengubahan asam piruvat menjadi asetil koenzim A ini terkadang disebut tahap transisi atau reaksi dekarboksilasi oksidatif. Berikut ini gambar proses pengubahan satu asam piruvat menjadi asetil koenzim A.



Kompleks senyawa asetil koenzim A inilah yang akan memasuki siklus Krebs atau yang dikenal juga sebagai siklus asam sitrat. Koenzim A pada pembentukan asetil KoA merupakan turunan dari vitamin B.


Penjelasan :
  • Setiap satu asetil ko.A (2C) yang masuk ke dalam siklus krebs dan bergabung dengan asam oksaloasetat (4C), terbentuk asam sitrat (6C)àdioksidasià melepaskan CO2 dan membebaskan H+dan e-  à asam ketoglutarat (5C)àPembebasan e- mereduksi energy karier yaitu NAD+ menjadi NADH dan FAD+ menjadi FADH2. à as. ketoglutarat juga direduksi. Siklus terus berlanjut untuk mengoksidasi asam suksinat, asam fumarat, dan asam malat, dan yang lainnya. Dan memproduksi lebih banyak CO2, NADH, FADH2dan ATP.
  • H2O ditambahkan untuk menyuplai lebih banyak H+.  CO2 adalah produk sampah dari hasil respirasi dan dikeluarkan oleh sel. Asam oksaloasetat diregenerasikan untuk memulai siklus selanjutnya. NADH, FADH2 yang dihasilkan akan bermigrasi pada tahap selanjutnya yaitu rantai transport elektron.
  •  Di dapatkan dalam satu asetil ko.A didapatkan energy 1 ATP, 1 FADH2 , dan 3 NADH. Karena yang masuk tadi adalah dua molekul asetil ko.A, maka didapatkan 2 ATP, 2 FADH2 , dan 6 NADH


Selain dihasilkan energi pada siklus Krebs, juga dihasilkan hidrogen yang direaksikan dengan oksigen membentuk air. Molekul-molekul sumber elektron seperti NADH dan FADH2  dari glikolisis dan siklus Krebs, selanjutnya memasuki tahap transpor elektron untuk menghasilkan molekul berenergi siap pakai.

c. Sistem Transfer Elektron

Tahap terakhir dari respirasi seluler aerob adalah sistem transfer elektron. Tahap ini terjadi pada ruang intermembran dari mitokondria. Pada tahap inilah ATP paling banyak dihasilkan.

Seperti Anda ketahui, sejauh ini hanya dihasilkan 4 molekul ATP dari satu molekul glukosa, yaitu 2 molekul dari glikolisis dan 2 molekul dari sikluk Krebs. Akan tetapi, dari glikolisis dan siklus Krebs dihasilkan 10 NADH (2 dari glikolisis, 2 dari tahap transisi siklus Krebs, dan 6 dari siklus Krebs) dan 2 FADH2 . Molekul-molekul inilah yang akan berperan dalam menghasilkan ATP.

Jika Anda perhatikan, meskipun glikolisis dan siklus Krebs termasuk tahap respirasi aerob, namun sejauh ini belum ada molekul oksigen yang terlibat langsung dalam reaksi. Pada tahap transfer elektron inilah oksigen terlibat secara langsung dalam reaksi.

Pada reaksi pertama, NADH mentransfer sepasang elekron kepada molekul flavoprotein (FP). Transfer elektron mereduksi flavoprotein, sedangkan NADH teroksidasi kembali menjadi ion NAD+. Elektron bergerak dari flavoprotein menuju sedikitnya enam akseptor elektron yang berbeda. Akhirnya, elektron mencapai akseptor protein terakhir berupa sitokrom a dan  a3 . Perhatikan gambar berikut.


Akseptor terakhir dari rantai reaksi merupakan oksigen. Elektron berenergi tinggi dari NADH dan FADH2 memasuki sistem reaksi. Dalam perjalanannya, energi elektron tersebut mengalami penurunan energi yang digunakan untuk proses fosforilasi ADP menjadi ATP sehingga satu molekul NADH setara dengan 3 ATP dan satu molekul FADH2  setara dengan 2 ATP. Berapakan total ATP yang dihasilkan satu molekul glukosa melalui respirasi aerob? Perhatikan gambar berikut.


2. Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob adalah proses respirasi yang tidak memerlukan oksigen. Salah satu contoh proses ini adalah proses fermentasi. Respirasi anaerob dapat terjadi pada manusia dan hewan jika tubuh memerlukan energi secara cepat. Pada mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, respirasi anaerob dilakukan karena keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan dan belum memiliki sistem metabolisme yang kompleks.

Mengapa respirasi anaerob dapat terjadi dan berapa banyak energi yang dihasilkannya? Masih ingatkah Anda tahap glikolisis pada respirasi aerob? Pada tahap tersebut, glukosa dapat dipecah untuk menghasilkan total 2 ATP dan tidak memerlukan oksigen. Meskipun energi yang dihasilkannya jauh lebih kecil daripada respirasi aerob, jumlah ini cukup bagi mikroorganisme dan energi awal bagi hewan.

Selain menghasilkan ATP, glikolisis juga menghasilkan NADH dan NAD+. Tanpa suplai NAD+ yang memadai, proses glikolisis pada respirasi anaerob dapat terhenti. Oleh karena itu, organisme yang melakukan respirasi anaerob harus mampu mengoksidasi NADH menjadi NAD+ kembali. Berdasarkan hal tersebut terdapat dua cara respirasi anaerob yang dilakukan organisme.

a. Fermentasi alkohol

Beberapa organisme seperti khamir (Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi alkohol. Organisme ini mengubah glukosa melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol)



Proses fermentasi alkohol diawali dengan pemecahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul asam piruvat. Pada proses tersebut, dibentuk juga 2 ATP dan 2 NADH. Setiap asam piruvat diubah menjadi asetildehid dengan membebaskan CO2 . Asetildehid diubah menjadi etanol dan NADH diubah menjadi NAD+ untuk selanjutnya digunakan dalam glikolisis kembali.

Fermentasi alkohol merupakan jenis fermentasi yang banyak digunakan manusia selama ribuan tahun dalam pengolahan bahan makanan. Khamir banyak digunakan dalam pembuatan roti dan minuman beralkohol.

b. Fermentasi Asam Laktat

Sama halnya dengan fermentasi alkohol, fermentasi asam laktat dimulai dengan tahap glikolisis. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sel otot dan beberapa sel lainnya, serta beberapa bakteri asam laktat. Pada otot, proses ini dapat menyediakan energi yang dibutuhkan secara cepat. Akan tetapi, penumpukan asam laktat berlebih dapat menyebabkan otot lelah. Asam laktat berlebih dibawa darah menuju hati untuk diubah kembali menjadi asam piruvat. Industri susu menggunakan fermentasi asam laktat oleh bakteri untuk membuat keju dan yoghurt.




Glukosa akan dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat melalui glikolisis, membentuk 2 ATP dan 2 NADH. NADH diubah kembali menjadi NAD+ saat pembentukan asam laktat dari asam piruvat. Fermentasi asam laktat tidak menghasilkan CO2 , seperti halnya fermentasi alkohol.